“Jangan kau gadaikan negeriku”

Catatan : Gus Miskan Turino.

Tidak cukup dan sebatas hanya Presiden yang tahu data dan arah tujuan partai politik, tapi masyarakat dan semua elemen bangsa harusnya melototi dan tahu data dan arah tujuan Parpol.

Parpol di Indonesia patut diawasi, masyarakat dan semua elemen bangsa harusnya sadar bahwa betapa pentingnya tahu gerak dan arah Partai Politik termasuk tokoh2nya.

Dalam era demokrasi yang masih dalam tahapan belajar untuk membentuk karakter bangsa, maka yang perlu dipahami adalah bahwa tidak ada dimuka bumi ini kebebasan absolut, karena kebebasan dalam berbangsa dan bernegara tetap harus mengikuti norma hukum dan nilai nilai azas kehidupan yang berlaku secara konstitusional.

Jika kita lihat sejak 2004 hingga 2017 dan klimaknya pada pilgub DKI kita sudah bisa merasakan ada penyimpangan prilaku tokoh dan sebagian partai politik yang bekerja sesuai pesanan setan gundul. Jadi seorang Presiden sampai memberikan sinyal dengan statmen : “mengetahui data dan arah partai politik”, maka bisa jadi dan ditengarahi ada sebagian tokoh nasional dan partai politik yang sangat berpotensi menjadi proxy asing untuk menggagalkan cita cita besar pembangunan Indonesia menuju Indonesia Raya.

Meski terjadinya dinamika politik nasional tidak bisa lepas akibat pengaruh geopoloitik global, namun sebenarnya ada beberapa indikator yang bisa dibaca terkait ekskalasi politik nasional yaitu :
1. Kebijakan pemerintah membubarkan Petral, Blok Rokan
2. Opsi dan eksekusi pengambil alihan saham freeport
3. Kebijakan Hilirisasi yang berujung pada larangan eksport mineral dalam bentuk bahan mentah
4. Pembangunan IKN
5. RUU Perampasan Aset
6. RUU Uang Kartal
7. UU Omnibuslow
8. Dst….

Lalu seperti apa bentuk dan cara mereka menghadangnya ?

1. Membangun manajemen image dengan memproduksi opini dan ujaran kebencian atas nama kebebasan berbicara yang dibungkus seolah bagian dari kajian ilmiah (RG, RH dkk).
2. Mengembangkan isu tenaga kerja china, PKI, Eka Sila, Trisila, Korupsi, Konflik Rempang, dst…
3. Menciptakan manajemen gerakan sparatis kota atas nama agama….
4. Dst….

Oleh karena itu di tahun politik dan mendekati pelaksanaan pesta demokrasi melalui pemilu serentak (pileg dan pilpres), kita harus waspada dan melihat secara jernih dan jeli terhadap kelompok mana yang gerakannya ditengarai sebagai bagian dari proxy asing (pemecah belah), dan kelompok2 mana yang bergerak untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan demi kedaulatan dan keutuhan bangsa.

Ingat !

Bahwa pembangunan Indonesia Maju tidak boleh mundur apalagi berhenti bahkan batal. Jika hal ini terjadi, maka bisa dipastikan Indonesia bakal kembali pada titik nol dan nasibnya akan selalu diatur oleh asing sebagaimana yang dialami oleh orde baru yang berakhir pada kebangkrutan Indonesia.

Jangan kau gadaikan lagi negeri ini, jagalah IBU PERTIWI dengan baik, buatlah ia TERSENYUM agar tidak MENANGIS akibat ulah kita yang selalu bodoh…

Semoga Allah tidak marah…

Penulis : Gus Kampung
(Miskan Turino)