*Peduli Duafha DPC PAMMI Banyuwangi Berbagi Takjil di Destinasi Adat Seblang Olehsari*

Banyuwangi, menaramadinah.com – Ada pemandangan yang menarik di sekitar Balai Desa Olehsari Kecamatan Glagah ; Destinasi Wisata Rumah Adat Seblang Olehsari. Dalam Bulan Ramadhan tahun 2023 ini nampaknya tak ingin dilewatkan semua orang untuk berbagi kebahagiaan.

 

Seperti halnya yang dilakukan oleh DPC PAMMI Banyuwangi ini.
Sebagai salah satu bentuk sosial terhadap masyarakat, khususnya bagi yang beragama Islam. Pengurus DPC PAMMI Banyuwangi membagikan ratusan takjil gratis kepada masyarakat yang ada di wilayah pinggiran kota Banyuwangi , terpusat di Destinasi Wisata Rumah Adat Seblang Olehsari , Glagah Banyuwangi.
Semangat berbagi ditunjukkan Pengurus DPC PAMMI Banyuwangi. Hari ketujuh Ramadhan 1444 H diisi dengan membagikan ribuan paket takjil kepada para pengendara motor dan mobil. Setiap satu paket takjil yang diberikan berisi , kurma, roti, kolak kacang hijau, es cincau, roti dan makanan lain khas untuk membatalkan puasa.

Ketua Umum PAMMI Banyuwangi DR. H. Sarminanto mengatakan, dalam bulan suci ramadhan ini pihaknya ingin berbagi kepada sesama. Yakni, dengan membagikan ribuan takjil gratis kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa yang melintas di depan Balai Desa Olehsari Kecamatan Glagah dan sekitarnya.

Uniknya, selama pembagian takjil tersebut DR. H. Sarminanto , Ketua umum PAMMI Banyuwangi turut serta terjun dalam memberikan takjil itu. Sarminanto juga tampak memberikan pesan
“Mohon pelan-pelan hati-hati pak, tali helmnya dipasang dulu dengan benar,” ungkap Sarminanto sambil membagikan takjil kepada seorang pengendara motor
“Kegiatan bagi-bagi takjil dalam rangka bulan Ramadhan ini murni sedekah dari kami untuk berbagi,” ungkapnya usai membagikan takjil, Sabtu (15/4/2023). “Bagi-bagi takjil gratis ini sudah kami jadikan agenda tahunan. Total paket takjil yang sudah kami bagikan ialah sebanyak ribuan paket ,” kata H. Sarminanto

Sarminanto berharap, momen ini semakin memperelat tali shilaturahim artis, musisi, dan masyarakat pecinta dangdut Banyuwangi “Sehingga, kegiatan yang mulia ini dapat memotivasi untuk membangun dangdut Banyuwangi yang lebih berkualitas, profesional, beretika estetika, dan bermartabat,” pungkas mengakhiri statemennya

Semenrara Ayah Jt. Ketua Harian DPC PAMMI Banyuwangi mengatakan, dalam bulan suci ramadhan ini, Pengurus DPC PAMMI Banyuwangi ingin berbagi kepada sesama. Yakni, dengan membagikan ribuan takjil gratis kepada umat Islam yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“Bagi-bagi takjil gratis ini sudah menjadi komitmen dan program DPC PAMMI Banyuwangi kata Ayah Jt. kepada Menaramadinah, Sabtu ( 15/4/2023)

Dirinya berharap agar kegiatan sosial yang dilakukan tersebut, akan terus terlaksana setiap tahunnya sebagai kalender even DPC PAMMI yaitu pada saat bulan suci ramadan tiba. “Semoga apa yang kami berikan ini, bisa bermanfaat bagi masyarakat muslim yang berpuasa,” imbuhnya.

“Sasaran kami adalah para kaum duafha , buruh harian lepas, ojek, para pengendara baik sepeda motor, mobil, yang sedang melintas di jalan depan Balai Desa Olehsari , ucap Dista Andi sebagai Koordinatoor aksi pada sabtu sore itu.
Saat Membagi Takjil kepada pengendara motor ini, takjil yang dibagikan lanjut Dista , berasal dari para Pengurus DPC PAMMI Banyuwangi yang memberikan bantuan rezekinya

“Kami spontan seikhlasnya sehingga terkumpul ribuan takjil dalam kegiatan ini kami berharap pembagian Takjil bisa bermanfaat untuk orang lain untuk sekadar membatalkan puasa,” katanya.
Meski dikemas secara sederhana, namun aksi berbagi takjil itu tetap mengandung nilai sosial yang tinggi, tambah Dista

Aksi simpatik ini pun diapresiasi oleh para pengguna jalan, Lukman (40 tahun ) mengatakan, kegiatan bagi bagi takjil ini sangat positif bagi pengendara. “Kegiatan ini patut ditiru, semoga semua ini jadi percontohan bagi ormas lainnya,” urainya

Sementara itu, Yoyok , ( 35 tahun ) salah satu pengendara yang beruntung sore itu mengaku senang mendapat bagian takjil dari Pengurus PAMMI. Dia yang baru saja pulang kerja di Licin masih menempuh perjalanan jauh ke Kabat. (Rishje*)