Aksi Blusukan Mencari Anak Putus Sekolah

AKSI BLUSUKAN MENCARI ANAK PUTUS SEKOLAH
Wahyu Handayani*

Kegiatan blusukan sudah dilakukan tiga tahun lalu oleh manajemen SMP 2 Genteng dalam rangka menyukseskan program pemerintah Gerakan Mengambil Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh).

Aksi blusukan ini sebagai konsekuensi menjalankan kewajiban program penerintah pusat tentang wajib belajar.

Anak Indonesia tidak boleh putus sekolah, apapun alasannya. Di bawah pimpinan Kasek Dra. Hj. Wahyu Handayani, M.Si., manajemen kesiswaan dan Humas SMP 2 Genteng digerakkan untuk melakukan penyisiran di kampung-kampung yang memungkinkan menemukan anak usia SMP yang terancam putus sekolah. Bergerak bersama dengan pemerintah desa, tiga pilar melakukan blusukan sampai ke wilayah pinggiran.

Sebelum aksi blusukan dilakukan, lebih awal manajemen sekolah melakukan survey tentang elektabilitas calon siswa tahun pelajaran 2023/2024.

Metode survey disesuaikan dengan peraturan pemerintah tentang kebijakan PPDB khususnya di Kab. Banyuwangi yaitu meliputi kebijakan zonasi, prestasi siswa, afirmasi.

Diketahui hasil survey mendapatkan jumlah calon peserta didik yang berkeinginan melanjutkan sekolah ke SMP 2 Genteng melampaui batas pagu yang selama ini memiliki rombel 24 kelas. Hasil analisis survey merupakan data yang kemudian disikapi oleh menejemen sekolah, sebagai berikut:
1. Mengembangkan rombel.
2. Mengembangkan isi kelas.
3. Dikoordinasikan dengan sekolah swasta terdekat.

Kebijakan sekolah itu dalam rangka untuk meningkatkan layanan terhadap hak masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang difasilitasi oleh negara. Selama fasilitas negara (sekolah negeri) masih memiliki daya tampung yang rasional, maka wajib dioptimalkan.

Karena itu, pengembangan rombel dan isi kelas adalah alternatif yang logis. Rencana manejemen sekolah mengembangkan rombel dari 8 kelas perlevel menjadi 10 kelas perlevel. Berarti tahun pelajaran ini diperlukan 10 kelas untuk kelas VII.

Sementara isi kelas standar pemerintah 32 siswa per kelasnya akan dikembangnya menjadi 36 per kelas. Rencana yang akan diambil oleh manajemen sekolah ini semata-mata untuk optimalisasi layanan pendidikan. Jaminan dari kebijakan pihak manajemen sekolah ini adalah tidak ada anak usia SMP yang putus sekolah di zona yang ditentukan.
*Kepala SMP 2 Genteng, Banyuwangi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *