PESANTREN RAMADAN KOLABORASI SE DHARMASRAYA DI MASJID AGUNG DI BUKA BUPATI SUTAN RISKA

 

DHARMASRAYA –Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan membuka acara Pesantren Kolaborasi se-Kabupaten Dharmasraya. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati, di Masjid Agung pada hari Senin, (27/03/2023).

Kegiatan pesantren kolaborasi merupakan kegiatan sekolah pada bulan ramadhan yang dilaksanakan oleh sekolah dari jenjang sekolah SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA dan SLB yang menitikberatkan pada pendidikan keagamaan dan karakter.

“Kegiatan ini sangat penting sekali untuk dilaksanakan di sekolah atau di madrasah guna mendorong adanya keseimbangan pengetahuan keagamaan peserta didik dengan perkembangan IPTEK saat ini. IPTEK dan Imtaq adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kekuatan ilmu pengetahuan tanpa bimbingan iman akan menghantarkan pelakunya dan orang lain pada kehancuran. Sebaliknya keimanan tanpa dasar ilmu adalah buta,” kata Bupati.

Oleh karena itu perlu adanya kegiatan-kegiatan yang bisa memfasilitasi pemenuhan akan pengetahuan keagamaan untuk mengimbangi peserta didik, dalam mencari jati diri yaitu salah satunya dengan kegiatan pesantren kolaborasi yang dilaksanakan di masjid atau musolah.

Oleh karena itu, pada momentum bulan ramadhan ini kembali kita isi dengan pengetahuan pengetahuan dan adab agama islam kepada peserta didik kita. Agar menjadi generasi yang kuat iman dan taqwa yang didasari oleh ilmu.

Sedangkan tema pesantren ramadhan tahun 1444 H adalah melalui pesantren ramadhan kolaborasi kita wujudkan penguatan iman dan taqwa peserta didik untuk mewujudkan peserta didik yang berkarakter untuk menuju profil pelajar pancasila.

Harapan dari pelaksanaan kegiatan pesantren ramadhan kolaborasi ini adalah meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalan agama silam. Serta ketaqwaan kepada Allah SWT bagi seluruh insan pendidikan. Baik tenaga kependidikan maupun peserta didik melalui pembelajaran dan praktek ibadah, hafalan dan pemahaman sisi kandungan Al-quran.

Kedua, meningkatkan syiar Islam dan memakmurkan masjid atau musola di lingkungan sekolah dan sekotar sekolah dalam bulan Ramadan. Ketiga, menanamkan rasa cinta masjid atau musolah sebagai sentral aktivitas muslim sehari-hari.

Keempat, menumbuhkan kerinduan peserta didik terhadap bulan Ramadan sehingga enggan berpisah dengan bulan Ramadan. Dan tidak merasa berat dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan. Kelima, membangun kebersamaan, kesederhanaan dan persaudaraan ukuwah islamiyah sesama pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik serta anggota masyarakat di lingkungan sekolah. (gus)

Ket foto
Sutan Riska Tuanku Kerajaan Bupati Dharmasraya saat membuka acara pesantren Kolaborasi di Masjid Agung.