SETIL

Catatan Jamadi Wong Jatim Alumni Fakultas Sastra Universitas Jember.

“Setil” merupakan kosakata dalam bahasa Jawa dialek Jawa Timur. Dalam buku “Kata Tugas Bahasa Jawa Dialek Jawa Timur” yang disusun Soedjiatno, dkk. (Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1984), kata setil ini digunakan sebagai salah satu contoh kosakata yang banyak dipakai dalam pergaulan sehari-hari masyarakat Jawa Timur khususnya di daerah-daerah sekitar Surabaya (Sidoarjo dan Gresik), Mojokerto, Pasuruan, Jombang dan Malang.

Dalam buku tersebut, arti setil sama dengan rapi atau necis. Untuk kata necis sendiri sebenarnya juga banyak digunakan sebagai dialek Jawa Timur, dan sudah menjadi kosakata bahasa Indonesia. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mengartikan necis sebagai bersih dan rapi (terutama tentang pakaian).

Secara lebih longgar, setil (rapi atau necis dalam konteks berpakaian tersebut) dapat juga memiliki arti gaya, bergaya, mengikuti gaya. Istilah kerennya fashionable.

“Dengaren kon setil. Katene nang endi?”
(Tumben kamu berpakaian rapi. Mau kemana?)

“Kate nglencer. Lapo kon katik takon-takon barang?”
(Mau plesir. Ngapain kamu pakai tanya-tanya segala)

“Gak ngunune. La wong biasane kon gak tau klambian ambi celanan setil, opo mane nggawe sepatu nggilap.”
(Bukan begitu. Lah biasanya kamu tidak pernah berpakaian necis, apalagi bersepatu mengkilat)

“Kon iku. Prasane wong sugih tok ta sing oleh nyetil.”
(Kamu itu. Memangnya orang kaya saja yang boleh bergaya)

“Yo, oleh ae. Sing penting klambine, celanane, sepatune sing kon gae nyetil duwemu dewe, gak hasile ngenthit. Hahaha ….”
(Ya, boleh saja. Yang penting pakaian dan sepatu yang kamu pakai bergaya adalah milikmu sendiri, bukan hasil korupsi. Hahaha …)

“Jancuk …!”

Meski sudah menjadi bahasa pergaulan sehari-hari masyarakat terutama di Jawa Timur, sepertinya, secara baku kata setil ini belum diserap menjadi kosakata bahasa Jawa. Beberapa kamus Bahasa Jawa-Indonesia yang saya baca, terbukti belum mencantumkannya.

Lantas dari mana kata setil tersebut muncul sebagai bahasa Jawa dialek Jawa Timur? Menilik arti (yang sudah ada) dan konteksnya, setil yang berarti gaya, bergaya, mengikuti gaya dalam hal berpakaian, bisa jadi, kata ini diserap dari kosakata bahasa Inggris: “style” atau Belanda: “stijl” yang juga memiliki arti gaya. Meski, di antara keduanya, saya lebih condong melihat kata setil adalah serapan dari kosakata bahasa Belanda, stijl.

#Selasa
#Bahasa
#CoroDarjo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *