Ikatan Alumni ITS Inisiasi New Lifestyle Berorganisasi Dengan Berwakaf ke Dana Abadi ITS

 

Surabaya-menaramadinah.com-Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) Pengurus Wilayah (PW) Jakarta Raya inisiasi tradisi baru dalam berorganisasi.

Mereka menjadikan wakaf sebagai _new lifestyle_ dalam berorganisasi dengan berdonasi atau berwakaf ke Dana Abadi ITS senilai 50 juta rupiah. Acara penyerahan ini dilakukan secara _hybrid_ pada momentum Musyawarah Wilayah (Muswil) IKA ITS PWJR di hotel Borobudur, Jakarta (7/3). Tradisi berwakaf pada setiap momentum regenerasi kepengurusan organisasi tentunya sungguh mulia, sehingga patut dijadikan tauladan atau role model organisasi.

Selain itu, dalam acara muswil yang juga dirangkai dengan dialog tokoh nasional ini, IKA ITS PW Jakarta Raya menegaskan komitmennya untuk senantiasa mendukung program Dana Abadi ITS untuk kemajuan bangsa dan almamater. Penerimaan donasi ini diwakili oleh Dr. Agus Muhamad Hatta, ST, M.Si, Ph.D dari Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) ITS yang hadir secara luring di Jakarta.

Rektor ITS, Prof. Dr. Ir. Mochamad Ashari, M.Eng, IPU, A.Eng, yang hadir secara virtual menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan IKA ITS PW Jakarta Raya tersebut. “Terima kasih kami sampaikan sepada seluruh alumni ITS yang terus menjaga silaturrahim, kekompakan, saling membantu, saling memperkuat, baik itu antar alumni maupun dengan ibu yang luhur ITS Surabaya,” tuturnya.

Saat ini, telah terbentuk struktur khusus kelembagaan Dana Abadi ITS yang bernama Lembaga Pengelola Dana Abadi (LPDA) yang dipimpin oleh Dr. Ir. Machsus, ST, MT sebagai direktur yang juga hadir secara virtual. “Terkait Dana Abadi, saat ini pak Machsus yang juga hadir daring. Beliau adalah yang mengemban tanggungjawab untuk mengembangkan dan mengelola Dana Abadi ITS. Sudah dibentuk struktur khusus, yakni Lembaga Pengelola Dana Abadi (LPDA) dan di sana ada Pak Machsus sebagai direktur”, kata Ashari Rektor ITS.

“Kita sudah memanfaatkan dana abadi ini untuk beasiswa anak-anak kita. Dan di tahun ini kita meluncurkan beasiswa ITS yang sebagian sumbernya merupakan dukungan dari hasil pengelolaan dana abadi, atau _endowment fund_, atau wakaf ITS,” terang Ashari.

Beasiswa ITS ini, lanjutnya, digunakan untuk beasiswa mahasiswa yang secara ekonomi masih kurang mampu, namun tidak tergolong dalam kategori penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) kuliah. ITS akan mengeluarkan dana beasiswa ini untuk 300-400 orang calon mahasiswa. Sementara untuk yang sudah menjadi mahasiswa, ITS memberikan sebesar 70 miliar rupiah setiap tahun dari pemerintah, swasta, alumni, dan termasuk beasiswa dari hasil pengelolaan Dana Abadi ITS untuk sekitar 6000 mahasiswa.

*Program Beasiswa ITS*
“Nah hasil pengelolaan Dana Abadi ITS ini juga akan kita berikan ke adik-adik yang belum dan akan masuk ke ITS. Jika memenuhi syarat, nanti mereka masuk ITS tidak perlu membayar biaya Sumbangan Pengembangan Akademik (SPA) dan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) untuk jalur seleksi mandiri. Sehingga adik-adik tidak perlu takut untuk masuk ITS,” ujar alumnus Teknik Elektro 1984 (E24) tersebut.
Informasi selengkapnya program beasiswa yang memungkinkan berkuliah pada Program Sarjana dan Sarjana Terapan di ITS tanpa dikenai biaya SPA dan SPI untuk jalur seleksi Mandiri dapat mengunjungi laman https://www.its.ac.id/admission/seleksi-beasiswa-its/ .

Selain Rektor ITS, acara ini juga dihadiri secara luring oleh ketua IKA ITS, Ir. Sutopo Kristanto, MM. Pria yang akrab disapa Cak Topo ini menyampaikan rencana-rencana IKA ITS PW Jakarta Raya ke depan. “Pengurus wilayah kita itu ada sejumlah 13 PW di Indonesia dan 1 pengurus wilayah luar negeri untuk mengelola lebih dari 100.000 alumni ITS, yang tersebar baik di dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Kali ini, lanjutnya, IKA ITS PW Jakarta Raya memiliki gagasan untuk menyampaikan sebuah solusi yang konkret, khususnya sebuah transisi energi. Bahwa seperti diketahui, bahwa Indonesia telah berkomitmen untuk menjadikan negara ini sebagai _Net Zero Emission (NZE)_ pada tahun 2060.

“_Roadmap_ untuk menuju _Net Zero Emission (NZE)_ Indonesia pada 2060 itu adalah suatu pekerjaan yang sangat besar. Kalau tidak kita pikirkan secara bersama-sama, kita nantinya akan menjadi negara yang tidak menguasai ekosistem energi. Kita tidak mau ekosistem energi baru terbarukan itu dimiliki oleh negara lain,” gagasnya.

Menurutnya, ini adalah suatu tujuan strategis yang harus dipikirkan secara bersama-sama. Cak Topo menyebutkan, hal tersebut penting untuk menjadi bahan diskusi tokoh dalam agenda tersebut yang akan dipaparkan oleh cak Satya, pada _Focus Group Discussion (FGD)_ bertema Peran Alumni ITS dalam Memperkuat Energi Keberlanjutan dari Jakarta untuk Indonesia.

Beberapa butir rekomendasi yang dihasilkan sebagai beritu: (i) IKA ITS mendukung dan mendorong tercapainya _Net Zero Emission (NZE)_ 2060; (ii) IKA ITS mendukung dan mendorong tumbuhnya ekosistem industri yang berbasis pada energi baru terbarukan; (iii) IKA ITS mendukung dan mendorong melakukan kajian pemetaan dan pengaturan tata guna lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan fasilitas pendukung transisi energi; (iv) IKA ITS mendukung dan mendorong perencanaan ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan; (v) IKA ITS mendukung dan mendorong implementasi secara masif program _waste to energy_ untuk menghasilkan energi bersih dan juga mengurangi tumpukan sampah; (vi) IKA ITS mendukung dan mendorong pembangunan jaringan terinterkoneksi transmisi HVDC 500 kv Sumatera-Jawa dan Kalimantan-Jawa untuk menggantikan PLTU di Jawa; dan rekomendasi terakhir IKA ITS mendukung pembangunan _smart city & smart transportation_ dengan pendekatan pembangunan humanistis, yaitu pembangunan yang mengedepankan nilai manusia dan kemanusiaan.

*Wiluyo, Direktur PLN Terpilih Secara Aklamasi*
Pada perhelatan Muswil terpilih Direktur Proyek dan Energi Baru Terbarukan PT PLN (Persero) Wiluyo Kusdwiharto terpilih sebagai Ketua IKA ITS PW Jakarta Raya untuk periode 2023-2027. Wiluyo menggantikan Rifqy Isnanda secara aklamasi dalam Musyawarah Wilayah (Musywil) IKA ITS PW Jakarta Raya di Hotel Borobudur, Selasa (7/3/2023). Usai terpilih, Wiluyo menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dia menyatakan siap mengemban amanah memimpin IKA ITS PWJR untuk empat tahun ke depan. “Namun saya tentu tidak mungkin kerja sendirian. Jadi saya mohon bantuan Cak dan Ning sekalian. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan Cak dan Ning sekalian,” ujar Alumni Teknik Mesin 1989 (M32), yang juga Ketua Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) ini.

Kontak Person: Riris (082236361611), Lisa (082235233261), dan Mac (08123215364)