Innalillahi Wainailaihi Rojiun Telah Berpulang Hasnan Singodimayan Maestro, Budayawan dan Sastrawan Banyuwangi

Banyuwangi-menaramadinah.com-Innalilahi wainailaihi rojiun. Selamat jalan maestro, sastrawan, budayawan Banyuwangi. Hasnan Singodimayan.
Lahir 17 Oktober 1931.

 

 

Beliau lulusan pondok Gontor. Dan bekerja sebagai pegawai tehnis dinas perikanan dan kelautan. Namun darah seni lebih memanggil untuk berkiprah ikut menjaga budaya Osing bersama pegawai tehnis lainya seperti Hasan Ali- Mangir Rogojampi yg pegawai pariwisata. Sumitro ( pak Mitro) guru SMPN 2 Rogojampi.

Pak Hasnan seorang kutu buku dan penulis. Pernah membuat sandiwara berbahasa Osing yg disiarkan RKPD . Juga menulis 2 buku: kerudung santet Gandrung., Enam mata tentang Banyuwangi.

Tentu tidak mudah membicarakan sejarah masa lalu Banyuwangi. Karena kerajaan Blambangan adalah kerajaan Hindu terakhir dipulau Jawa.

Setelah kerajaan Demak berkuasa satu abad sebelumnya. Kerajaan Mengwi menguasai Banyuwangi satu abad lebih. Yg membuat Banyuwangi beradaptasi dengan kesenian Bali. Pak Hasnan yg mendorong kesenian Bali bernuansa Islam lewat kesenian Hadrah kuntulan.

Yang sekarang semakin berkurang .yang paling diingat orang adalah dalam acara seminar atau diskusi budaya. Beliau selalu membanggakan letak geografis Banyuwangi yg adiluhung. Lihat kata beliau. Beliau lantas membalik peta pulau Jawa.

Dengan meletakkan Banyuwangi paling atas. Terlihat seperti blangkon. Beliau lantas berkata : Banyuwangi otak pulau Jawa. Dari Banyuwangi nanti pulau Jawa terinspirasi.
Ucapan…..yg sekarang……mulai terbukti.
Selamat jalan Anang Hasnan. Hang Heng Ono buru keroso. Uwoh blimbing kenyut kintir kegowo banyu Nang Segoro….keabadian.
Semoga tenang disurga.

Tomo