Banyuwangi-menaramadinah.com-Ditakdirkan Allah SWT hidup tanpa bola mata, Yasmin Najma Faliha, 05-05-2015 (7) tidak menghalangi niatnya untuk bisa menjadi seorang qori’ dan penghapal Al Quran.
Modal semangat serta kesabaran dan ketelatenan Ibunya, gadis cilik ini, berusaha menghafal ayat-ayat Al Quran dan berlatih seni baca Al-Quran.
“…Sampai hari ini, alhamdulillah, Yasmin sudah berhasil menghapal juz 30. Berangsur-angsur sambil bermain mulai menghafal dari juz pertama”, tutur Ibunya.
Putri pasangan Mohammad Noerkhathib (57) dengan Nina Nur Aminah (47) ini lahir dalam keadaan normal. Tetapi di usia 2.5 tahun bola matanya diserang penyakit jenis cancer.
Langkah penyelamatan, kata dokter ahli RS Swasta di Surabaya, tidak ada pilihan kecuali kedua bola matanya yang sudah rusak itu harus diangkat kedua-duanya.Kedua orang tuanya hanya bisa pasrah, menyerah pada keputusan dokter. “…Takdir, mau dilawan dengan apa, kecuali pasrah”, ucap Gus Moh, panggilan sehari-hari aktivis Ormas NU itu.Kesedihan menyelimuti keluarga atas persitiwa itu. “…kami hanya bisa berdoa, kata Ibunya sekaligus gurunya Yasmin. Saya yakin Allah SWT Mahaadil. Anak putri saya ini pasti akan diberi kelebihan dengan kegelapannya itu”, penuh optimis Ibundanya berharap. Ternyata benar, Yasmin tergolong anak cukup cerdas. Kemampuan koqnitifnya bagus.
Memori hapalannya sangat kuat. Saat ditanya cita-citamu apa, “…pingin menjadi qori’, qori’ internasional, tuturnya polos. Ibundanya berharap putri ragilnya itu bisa menjadi seorang hafidzoh, tutur Ibunya saat ketemu di sebuah acara peringatan Isra wal Mikraj di SMA Negeri Glenmore.
“…Kalau nanti bisa menjadi seorang qori’ itu hanya tambahan saja. Menyanyi dia juga bisa. Lagu-lagu Islami Nissa Sabyan yang paling disuka”, jelas ibunya yang juga seorang hafidzoh.
Dilengkapi dengan studio mini di rumahnya, Yasmin sudah beberapa mengunggah unjuk talenta hapalan surat-surat pendek di chanel Youtube https://youtu.be/-UUyv_kMJuM.
Memenuhi hak belajar di sekolah formal, Yasmin disekolahkan di SLB SD Kalibaru. Sudah mulai dikenalkan membaca huruf brile. Tiap hari antarjemput membutuhkan waktu 15 menit dari rumah Dusun Sidomulyo, Desa Sepanjang, Glenmore.
Harapannya, kalau sudah pandai baca huruf brile, dia nantinya akan bisa belajar sendiri. Sementara ini dia belajar dengan cara mendengar dari bacaan ibunya. Sesekali juga memanfaatkan belajar dari youtube.
Ayahandanya, Gus Moh, sangat terhibur dengan ketekunan dan semangat putri ragilnya itu dalam belajar menghafal Al Quran. Melalui media eletronik “menaramadinah.com” beliau memohon dukungan dan bantuan doa agar Yasmin kelak bisa menjadi ‘penyelamat’ Al Quran dengan hapalannya itu. Aamiin.
MR, Jurnalis Menaramadinah.com
