Sidoarjo-menaramadinah.com-Kegiatan kerja nyata (KKN) merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk membantu kegiatan masyarakat di suatu daerah tertentu dalam hal kegiatan sehari-hari dalam berbagai bidang.

Selain pengabdian kepada masyarakat kuliah kerja nyata (KKN) juga merupakan salah satu matakuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa semester akhir untuk selanjutnya berlanjut ke skripsi.
Dalam situasi pandemi, Kuliah Kerja Nyata tidak terdiri dari mahasiswa berbagai jurusan namun hanya satu jurusan saja.
Dimulai Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, mengadakan kuliah kerja nyata (KKN) 2021 yang dilaksanakan dari tanggal 16 agustus sampai dengan 24 september 2021, yang bersifat wajib bagi mahasiswa semester VI.
Pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) berada tahun ini berfokus pada Pondok Pesantren yang sudah menjalin Kerjasama dengan pihak UNUSA sendiri. Seluruh mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) berjumlah lebih dari 800 orang, seluruh mahasiswa dibagi menjadi 70 kelompok dengan jumlah kelompok sebanyak 12 orang.
Salah satunya seperti yang dilaporkan Iqbal Firdaus anggota kelompok 30 yang berlokasi di Pondok An Nihdomiyah, Ngelom, Sepanjang, Sidoarjo. Anggota kelompok berjumlah 12 orang dengan jumlah laki-laki 3 orang dan perempuan 9 orang.
Pondok An Nidhomiyah sendiri terdiri dari pondok Putra dan Putri dimana pondok Putra saat ini diisi oleh 6 orang santri dan pondok putri terdiri dari 20 santriwati. Pondok An Nidhomiyah sendiri lokasinya mudah diakses sebab terletak dipinggir jalan utama.
Selain itu wilayah sekitar pondok An Nidhomiyah dikelilingi oleh Lembaga Pendidikan dimulai MI, SMP, MA.
Selama kuliah kerja nyata (KKN) berlangsung kami kelompok 30 mengalami berbagai perbedaan dalam hal pendapat, namun yang perlu digarisbawahi selalu mengedepankan unsur kekeluargaan sehingga berbagai permasalahan mampu teratasi.
Dari semua perbedaan yang ada dari awal hingga akhir kelompok kami selalu kompak dalam hal apapun. Kegiatan dimulai dari jam 04:00-22:00 setiap harinya. Pagi hari jam 04:00-04:40 dan 17:45-18:25 kami melakukan sholat berjamaah, jam 07:00-12:00 tim mempersipakan materi apa saja yang akan disampaikan dan juga menyiapkan games agar santri tidak merasa bosan, jam 15:00-17:00 pelaksanaan proker dan jam 19:30-22:00 dilanjutkan dengan evaluasi malam dan membahas proker yang akan dilanjutkan esok harinya.
Pada kegiatan hari pertama disampaikan materi PHBS dan pada hari pertama para santri masih malu dalam menyampaikan pendapat dan juga untuk bertanya.
Sehari setelah mayeri penyuluhan PHBS santri diajak untuk saling mengenal melalui kegiatan games dan juga materi interaktif dan hasil yang didapatkan sangat mengesankan dimana para santri sudah berani untuk mengajukan pendapat seerta sudah lebih mudah memahami materi Kader Kesehatan yang kami berikan.
Pada hari kedua digelar kegiatan dibaiyah yang biasa dilaksanakan oleh pihak pondok untuk selalu mempertahankan tradisi bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam kegiatan dibaiyah sendiri terlihat para santri sangat antusias walaupun ada beberapa santri yang terlihat belum terbiasa dalam membaca diba’ tetapi semangat yang diperlihatkan menambah keyakinan kami untuk membantu memberikan yang terbaik kepada para santri.
Pada hari ketiga kami melakukan kegiatan nonton bersama untuk mengajak para santri menganalisis permasalahan yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam proses pembedahan film santri mulai menunjukkan beberapa pendapat mengenai point view yang terdapat dalam film menurut persepsi mereka masing-masing.
Pada pelaksanaan hari terakhir diisi kegiatan dengan senam pagi dan materi Gizi Seimbang. Kami membrerikan penjelasan mengenai manfaat apa saja yang didapat dalam kegiatan senam, dan kami juga mengajak para santri untuk menghitung bagaimana cara mengetahui kalori yang dibutuhkan tubuh dalam satu hari.
Dari pelaksanaan senam santri baik santri putra maupun santri putri menunjukkan semangat yang luar biasa, disela sela senam kami memberikan ice breaking berupa permainan untuk mengasah konsentrasi para santri.
Pelaksanaan KKN di Pondok An Nidhomiyah harus diakhiri dengan suasana penuh haru, dimana para santri banyak yang menanyakan untuk tetap menemani dalam kegiatan kegiatan. Santriwan dan santriwati sudah merasa nyaman dengan kehadiran kami, namun kami juga tidak bisa untuk melaksanakan kegiatan KKN melebihi aturan yang diberikan oleh pihak kampus.
Pada akhir kegiatan dilakukan penutupan sekaligus memberikan buah tangan kepada pihak pondok dan juga memberikan plakat kenang-kenangan, dengan harapan kedepannya pihak pondok selalu mengingat dan satri mampu mengamalkan ilmu dan pengalaman baru yang sudah diterima.
Sementara itu, Gus Hijri, salah seorang pengasuh mengapresiasi kegiatan KKN Unusa ini. Dia berharap jalinan kerja sama terus terbangun dalam rangka berbagi pengalaman bersama para santri. (SHD)
