JEMBER.28 AGUSTUS 2021 menaramadinah.com.
Terkait Bupati Jember Sekad Jember.Ka BPBD dan Kabid Penta Hari Kamis Lalu telah mengembalikan Honor Pemakaman Jenazah Covid-19 ke KASDA.Menurut Sekda Jember Ir.Mirfano bahwa dana itu telah dikembalikan ke Kas Pemerintah Daerah Jember Yang salanjutnya untuk dimanfaatkan bagi masyarskat yang membutuhkan saat wabah Covid 19 ini.Bupati Jember Hendy Siswanto dan dan 3 pejabat lainnya yang dikabarkan merima honor sebagai tim pemakaman jenazah pasien Covid-19. Nilai honor yang diterima masing-masing pejabat tersebut sebesar Rp 70 juta lebih dari total 705 kali pemakaman atau jumlah warga Jember yang meninggal akibat Covid-19. Kepada Menaramadinah.com Sekda Jember Ir Mirfano melalui seluler telpon mengatakan bahwa Dana tersebut sudah di kembalikan di Kas Daerah .
Terkait volume kegiatan Ir.Mirfano memastikan tidak ada satupun Jenazah Covid ada yang di terlantarkan. mulai bulan Juli 2021 Pemda dan instansi terkait harus mengurus lbh dr 1.000 jenazah dan jenazah ini bukan Jenazah biasa tp jenazah pasien covid.
Karena itu pemerintah hadir dan akan menjamin semua tersebut tidak boleh ada jenazah yg terlantar. Kepada Menara madinah.com pagi ini 27 AGUSTUS 2021 IR.MIRFANO mengatakan.dilapangan para petugas pemakaman harus bekerja dr pagi sampai pagi lagi mengingat pada bulan juli itu kematian krn covid rata2 lbh dari 50 org per hari saat puncaknya serangan pandemi.Sedangkan Para petugas pemakaman juga harus berhadapan dg keluarga yg marah dan kekerasan fisik.Sementara itu di level manajemen harus mengurus ketersediaan sarana prasarana dalam kondisi belum ada ANGGARAN yg tersedia krn kematian diatas 50 org setiap hari sangat mendadak namun tiap hari masih harus monitoring pemakaman sampai pemakaman terakhir. Menurut Sekda Jember kecukupan tenaga pemakaman yg berhenti krn takut resiko, mencari tukang kayu yg dapat memproduksi peti jenazah yg *pembayarannya belakangan*
Bahkan Setiap mlm kami hrs berkonsultasi dg bpk bupati menyelesaikan masalah sarana prasarana pemakaman yg kebutuhannya sangat tinggi sementara belum tersedia anggaran
Jadi pada puncak krisis pandemi bulan juli itu kami semua bekerja penuh resiko mulai petugas pemakaman sampai dg bpk bupati yg hrs menjamin tidak boleh ada satupun jenazah yg tdk dapat dimakamkan “Pungkasnya.
(Sta)
