Catatan : Muhammad KH. Dhiyauddin Kushwandi
Pengasuh Pesantren Luhur Sidoarjo.
¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥¥
Seorang Syaikh dari Malaysia disela2 acara muktamar tashawuf di Putra Jaya, bertanya yg sebelumnya tak seorangpun pernah bertanya seperti ini.
Katanya ;dalam perjalanan kembali(rujuk) kpd Allah ada 2 jalan kebaikan dan keburukan. Adakah jalan yg melampaui keduanya?
O Syeh Yang Mulia…
Hanya di bumi ada siang dan malam, di pusat matahari yg ada hanya TERANG. Terang terus, terus terang.
Begitulah…
Hanya di bumi syariat ,ada kebaikan dan keburukan. Adapun di langit hakekat ,yang ada hanyalah KEBENARAN yg murni, benar selalu, selalu benar.
Lalu bagaimana mencapai langit hakekat tsb??? Tanya beliau lagi
Melalui pelepasan diri dari gravitasi bumi yg tak lain adalah fikiran dan hawa nafsu dg cara menanggalkan KEAKUAN/ananiyah yg menjadi tonggak pengikatnya.
Dalam pada itu akan FANA lah diri dlm cahaya kebenaran yg melampaui nilai baik baruk laksana leburnya siang malam dlm terangnya cahaya mentari.
O Syeh yg di berkati….
Jalan ini mmg teramat sulit, layaknya meniti rambut di belah tujuh akan tetapi dg bersandar pada Allah, tak ada sesuatu yg mustahil.
Adapun orang yg kekal/BAQO’ dlm kebenaran hakiki, dialah AHLUL HAQ yg agung itu. Meski jasadnya di bumi tp jiwanya berada di langit di baitul makmur bersama para malaikat al muqorrobun. (Surat al ‘rof ayat 206).
O…
Andai kebenaran itu madu, dia bukan saja sekedar tlh menikmati madu bhkan hatinya telah menjadi MADU itu sendiri.
Jaal haq wa zahaqol bathil, inna bathila kana zahuqo(al isro’ 81).
Wahai guru Agung
Trimalah hamba menjadi muridmu, kaulah pemamdu jalan di ujung zaman yg hamba cari selama ini.
Duhai Syeh terberkatilah hidupmu !!!
