Halal bi Halal, Laporan Panitia Zakat Fitrah dan Persiapan Idhul Qurban di Mushollah Al Ikhlas Jemurwonosari Wonocolo Surabaya

Surabaya-menaramadinah.com-Pengurus Mushollah Al Ikhlas Jemurwonosari GG Lebar Wonocolo Surabaya mengadakan acara Halal bi Halal, Laporan Panitia Zakat Fitrah, Persiapan Idhul Qurban dan ramah tamah. Minggu, 30 Mei 2021 pada pukul 19.30 wib hingga selesai.

Acara dibuka dengan membaca bismillah dan dilanjutkan sambutan oleh H. Ismanto selaku pembina Mushollah Al Ikhlas.

Dalam sambutannya menyatakan, alhamdulillah bisa hadir di acara Halal bi Halal, Laporan Panitia Zakat dan Persiapan Panitia Idhul Qurban. Mengingat selama ini tidak bisa hadir. Karena kesibukan di dua kantor.

 

“Kini bisa hadir diacara ini. Semoga Mushollah Al Ikhlas semakin maju dan jamaahnya makin kompak serta kegiatannya bermanfaat bagi masyarakat sekitar,”ujarnya.

Kemudian dilanjutkan sambutan oleh H. Mustofa Huda Ketua Umum Ta’mir Mushollah Al Ikhlas. Dalam sambutannya mengatakan, malam ini kita bisa melakukan Halal bi Halal yang pertama kali. Oleh karena itu, saya selaku ketua mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Mengingat masih dalam suasana lebaran dan bulan sawal.

Usai sambutan dilanjutkan laporan Panitua Zakat Fitrah oleh Mas  Fauzab selaku ketua panitua. Sejumlah masukan cara membuat laporan disampaikan sejumlah jamaah. Salah satunya Kiai Masduki. Hingga akhirnya diterima dengan baik.

Kemudian dilanjutkan persiapan Idhul Qurban. Untuk tahun ini panitianya tetap tidak mengalami perubahan dengan ketua panitia Pak Mustaqim. Hanya saja Mbak Tonah ahli masak usul untuk diganti. Karena sibuk ngurus cucu.

Setelah perhitungan siapa siapa yang telah siap berqurban tahun 2021. Acara diakhiri dengan doa oleh Ustad Syeikhul Amin dan berlanjut  ramah ramah makan bersama nasi tumpeng.

Rupanya seluruh undangan menyantap makanan cukup lahap. Sepertinya ingin cepat makan. Buktinya saat serah terima pemotongan nasi tumpeng. Dimana ihu ibu minta diakhiri. Cukup bapak bapak saja yang menerima nasi tumpeng. Sedangkan ibu ibu tidak usah. Biar tidak kelamaan.

Husnu Mufid