Sate Kalong Kuliner Khas Cirebon

Cirebon -menaramadinah.com- Sate kalong khas Cirebon. Kuliner satu ini, disebut-sebut legendaris dan hanya ada di kota Cirebon.

Namun banyak orang yang salah mengira. Kalong yang berarti kelelawar, bukanlah bahan baku utama untuk membuat sate ini. Sesungguhnya, sate dibuat dari daging dan urat kerbau. Kalong hanya penamaan. Sebutan bagi mereka, yang gemar keluar malam. Artinya, pedagang sate kalong memang aktif berjualan di malam hari. Layaknya kalong atau kelelawar, yang terjaga di kala makhluk lain tertidur.

Ada dua macam yang ditawarkan yakni sate manis dan asin. Untuk manis, berbahan dasar daging kerbau dengan dicampur gula jawa saat proses penggilingan. Dan asin, terbuat dari otot paha, masih hewan yang sama, kerbau.

Untuk sate asin dari urat paha kerbau berwarna kuning teksturnya kenyal.
Bagian bumbu, layaknya sate pada umumnya. Menggunakan campuran kacang dengan gula merah, serta sedikit ditambah dage atau oncom. Mereka yang gemar pedas, patut disandingkan sambal. Dan untuk yang memiliki selera lapar lebih, bisa mengkolaborasikan sate dengan lontong yang telah disediakan.

Satu porsi dihargai Rp13.000. Terdiri dari 10 tusuk sate, Obed Pria 42 tahun (penjual) menjelaskan, ada beberapa perbedaan mengolah sate menggunakan daging kerbau. Pertama adalah tekstur daging. Untuk merekatkan dengan tusuk sate, daging kerbau yang telah diolah hanya perlu di tempelkan. Tidak bisa ditusuk, seperti sate ayam atau kambing.

Lalu pada bagian urat kerbau, perlu direbus terlebih dahulu hingga 10 jam. Dilakukan agar tekstur sate menjadi lembut dan mudah di kunyah. Semua proses produksi dari bahan mentah hingga menjadi tusuk sate.

Sate manis yang terbuat dari daging kerbau memiliki tekstur seperti sate ayam. Lembut dan memiliki rasa manis. Sementara, untuk sate asin dari urat paha kerbau, teksturnya lebih kenyal. “Seperti mengunyah kikil,” ungkap Obed. (isi)

Untuk Pemesanan :
Obed – 082121840048