Wasiat Nabi Khudir AS Untuk Para Ustadz/Guru : Sekilas Soal Gus Miftah Yang Ngamen di Gereja

*_Oleh : Gus Muh alias Gus Muhammad alias Gus Muhammad Basis (GMB)_*

*TULISAN SINGKAT INI MOHON DIBACA SELURUHNYA & BISA DITERUSKAN KE NOMOR2 LAIN (BOLEH VIRALKAN), SEMOGA MENJADI BERKAH, AAMIIN. C.P PADEPOKAN/MAJELIS : 0838 4040 7500.*

*A. Sekilas Tentang Arti Ustadz*
Ustadz adalah kata bahasa Arab, yang ber-arti *guru.* Guru, sebagian orang Jawa meng-arti-kan *_digugu (gu) (dituruti) & ditiru (ru)._*

Guru, dalam pengertian saya, adalah siapapun yang *_”layak digugu & ditiru”._*

Dengan demikian, *_guru bisa saja adalah gus (anak kyai), buya, kyai, ki, ustadz penceramah, ustadz guru ngaji, guru di sekolah2, guru di ranah spiritual & yang sejenis (yang punya kapasitas layak untuk “digugu & ditiru”)._*

*B. Sekilas Tentang Nabi Khidhir AS*
Siapakah Nabi Khidhir ?. Ya, beliau adalah salah satu makhluk-Nya, nabi-Nya & salah satu *_”unsur rahasia Nur Muhammad (dari 4 unsur Nur Muhammad lainnya)”._* Hakekat Nur Muhammad bertiang dari 5 figur & unsur dari “makhluk-Nya di Alam Ruhani”.

Khidhir adalah salah satu unsur Nur Muhammad, yang diberi kuasa Allah, untuk *kekuasaan atas air di seluruh muka bumi.* Dan, Khidir adalah “guru”-(nya) Nabi Musa AS !. Khidhir adalah guru-(nya) para wali Allah di muka bumi dari dahulu sampai kiamat kelak.

Dari sisi/segi dan ranah hakekat-makrifat spiritualitas ke-Nur-Muhammad-an, Nabi Khidhir, sebagai salah satu unsur dan “tiang penyusun” Nur Muhammad, beliau hidup sejak ribuan tahun lalu dan akan terus hidup sampai kiamat kelak !. Dan, *Khidhir “akrab” (secara fisik/dhahir/nyata) dengan para waliyullah dari jaman Syech Abdul Qadir Jaelani RA (abad 11 Masehi) hingga jaman waliyullah Syechona Kholil Madura, Abuya Dimyati Banten, Mbah Hamid Pasuruan & wali2 Allah lain (abad 20 Masehi) plus waliyullah2 lain di abad2 ke depan.*

In syaa Allah, sejak belia, saya (penulis) sampai sekarang, terus “sambung rasa” tiada henti dengan beliau Khidhir AS. Saya “hubb jiddan (cinta banget)” dengan beliau.

*C. Wasiat Nabi Khidhir AS untuk Para Ustadz*
Ada beberapa wasiat Nabi Khidhir untuk para “ustadz/guru”. Ada wasiat2 lain beliau untuk para *pejabat/aparat, pengusaha, pedagang, artis, dll.*

Khusus wasiat untuk para *”ustadz/guru”,* antara lain, yaitu : *”Saat kalian (para ustadz) berada di posisi tinggi atau puncak, berhati-hatilah kalian, sebab, makin tinggi posisi kalian, kalian akan mudah terjatuh oleh kencangnya tiupan angin”.*

Wasiat lain beliau untuk ustadz2/guru2, akan saya paparkan perlahan tapi pasti !. Mohon sabarnya ?.

Wasiat Khidhir pada para ustadz/guru, hakekatnya agar mereka harus selalu *eling (ingat) & waspada !.* Ustadz harus *ekstra hati2 dalam ber-ucap, ber-sikap & ber-buat.*

Mereka jangan *sa’karepe dhewe (semau sendiri) & sa’penake dhewe (seenak sendiri).* Mereka jangan asal *nylekop atau njeplak* dalam berbicara.

Mereka jangan *sok merasa punya ilmu (agama) sendiri. Jangan merasa lincah ngelawak di panggung/TV/You Tube, sehingga muncul bangga diri/takabur/’ujub saat penonton2nya terpingkal-pingkal, sekedar nguber nama/terkenal, selalu berupaya “tampil beda bin kontroversial” agar masyhur & TV-TV ramai2 menayangkannya, dll.*

Mereka jangan *pethakilan atau kemlithi dalam bersikap/berbuat atau bangga2kan diri,* dengan pamer2 “kemewahan” dengan action2 pakai Alphard atau mobil2/barang2 lain yang merupakan lambang “glamouritas duniawi” (yang full fatamorgana) ?.

Mereka jangan *over confidence dengan cengengesan2 jadi model/bintang iklan ?.*

Jika begitu, *apa beda “ustadz2” dengan artis2* yang sering “tak karuan bentuk”-nya & rajin kebablasan tsb ?.

*D. Korelasi Wasiat Nabi Khidhir dengan Soal Gus Miftah yang Action di Gereja*
Untuk perihal ini, saya tak akan panjang lebar, tapi *_hanya akan berikan saran2 konstruktif_* saja untuk Gus Miftah.

Gus Miftah atau Gus Mif, sangat “kental” dengan saya. Awal tahun 2000 awal, beliau hampir tiap hari datang ke Majelis Zikir dan Padepokan Bhakti Nusantara, yang saya asuh. Hingga, Allah “angkat” beliau, sehingga beliau “naik daun” di tahun2 belakangan sekarang. *Sesungguhnya, sebenarnya “ada yang masih belum selesai” antara beliau dengan saya ?.*

Berkait dengan wasiat Nabi Khidhir dengan soal Gus Miftah yang “ngamen atau taushiah kebangsaan” atau apapun namanya (?), di sebuah gereja di Jakarta Utara di akhir April 2021 kemarin, saya punya masukan2, antara lain :
*(1) Rapikanlah niat awal, misi, visi & tujuan sebagai ustadz atau gus. Rem-lah utk selalu “tampil beda” atau selalu over-kontroversial ?. Kasihan para audience yang “awam2”. Selagi masih bisa lakukan yang tak kontroversial2, kenapa tidak lakukan saja yang hadirkan rasa nyaman & adem bagi para umat ?. Ingat, “di atas langit masih ada langit” dan peganglah wasiat “guru2” yang telah berikan ilmu walau 1 huruf ?.*

*(2) Janganlah membawa-bawa nama Nahdhatul Ulama (NU) atau nama2/organisasi2 “besar” lain, saat muncul “gegeran” (seperti geger kontroversi “ngamen” di gereja tsb). Pede saja-lah, dengan tunjukkan “ini lho dada saya” ?.*

*(3) Tetap-lah “menjaga diri”, dengan menjaga konsistensi dan “keteguhan” diri, dengan kekeh sebagai ustadz atau gus. Tidak lenyeh keseret-seret dengan pola atau ala kehidupan artis atau ustadz yang keartis2an (yang antara lain, mereka pada hahahehehihi/ketawa-ketiwi/cengengesan loss control di TV-TV atau di manapun saat jelang sahur & jelang buka puasa, dan saat Corona Covid-19 menggila ganas plus berbagai bencana2, gempa2, tsunami2, banjir2, longsor2, kebakaran2, teror2, kriminal2, kejahatan2 melanda di hadapan kita di Indonesia & dunia) ?.*

Penutup, demikian sekilas *amaliah lewat tulisan* yang bisa saya berikan. Khusus untuk Gus Miftah, jika “kurang berkenan” dengan masukan2 saya, please WA saya ?. Saya “menunggu” Antum ?. Semua, dalam *niat/tujuan konstruktif dan hasanah. Allah Maha Konstruktif & Maha Hasanah,* aamiin.
*Wallahu A’lam*
*————————*
*_Jika berkenan, bisa buka You Tube, klik : Gus Muh. Basis. Jika legowo, bisa klik : Subscribe, untuk menambah “amal & pahala” bagi jari2 yang meng-klik Subscribe tsb, aamiin. Saya tidak mau “main bayar ke mana/siapa (?)”, agar channel You Tube saya, terkesan telah ditonton atau di-Subscribe oleh sekian ratus ribu atau sekian juta penonton You Tube. Sebab, itu adalah MOTITIA (Modus Tipu-Tipu Alus)._*