Malam Anggoro Kasih Dalam Perhitungan Jawa

 

Malam anggoro kasih merupakan hari tempat berkasih sayang,dimana dalam perhitungan jawa selalu diperingati setiap 35 hari atau selapan dino

Bukan hanya dirayakan setiap setahun sekali,seperti halnya hari valentine,orang jawa lebih sering merayakan hari kasih sayang.
Dimana hari kasih sayang atau anggoro kasih dipakai dalam adat tradisi budaya jawa untuk mengenang dan mendoakan leluhur yang telah mendahului.
Mengingat asal usul diri,mendoakan yang terbaik untuk arwah para leluhur,dengan sarana simbolik yang mampu menyatukan diri dengan alam dan tuhan dalam doa khusuk

Tak banyak yang didisajikan dalam acara ritual anggoro kasih,secara umum karena tidak mengerti akan kesenangan leluhur,biasanya disiapkan teh manis,teh pahit,kopi manis kopi pahit,air putih,kinang sirih dan bunga setaman dan rokok
Namun jika mengetahui kesenangan leluhur atau kakek nenek atau bahkan orang tua yang sudah meninggal,biasanya disediakan sebagai pancen
Secara komplit disiapkan jajan pasar.

Walaupun bisa dilakukan cukup dengan doa,namun sarat sarana sebagai bentuk keiklasan dan ketulusan dalam mencintai yang dipersembahkan dengan doa kepada Gusti pengeran

Dengan mengajarkan ritual ini kepada anak cucu,diharapkan hubungan tali kasih dan cinta kasih menjadi semakin erat,sehingga anak anak lebih mengerti dan mencintai keluarga dan asal usulnya yang jika ditarik garis lurus akan selalu ingat,jika manusia hidup pasti akan mati,dan saling kasih menyayangi antar keluarga hingga mampu mengunakan hidupnya dengan sebaik baiknya dijalan tuhan

Kesadaran akan terbangun,bahwa semua mahluk didunia ini adalah ciptaan Gusti pangeran,dan kepadaNya tempat kembali yang sebaik baiknya.
Sehingga cinta kasih tulus karena Gusti pangeran lah yang paling utama

Semoga semua mahluk hidup mendapat kebahagiaan
Mugi rahayu sagung dumadi.

Totok Budiantoro

Koresponden MM.com.