PREMAN RASA DURIAN? GENERASI SALAH JALAN

PREMAN RASA DURIAN ?
GENERASI SALAH JALAN
By SSJ.Channel.Com

(Sudiang Makassar/MenaraMadinah.Com)
Anda perlu jeli mengeja judul diatas. Supaya tidak salah lihat dan salah baca.
Preman bukan Permen.
Memang adakah preman rasa durian? Berarti manis donk, berarti ada juga rasa mangga, coklat dan strobery donk? Mungkin itulah pertanyaan netizen.
Ini bukan soal nano nano , ini sepenggal kisah lucu sekaligus setengah pilu.
Bukan apanya, mungkin orang melihat betapa enaknya bisnis buah buahan, jualan durian, yang aromanya maknyuss menyeruak hidung kemana mana.

Kisah ini berawal, ketika semobil durian datang di depan ruko tempat kami beraktifitas sehari hari, di kawasan GOR Sudiang Raya Makassar. Sang sopir adalah Pemborong Durian asal Kolaka, dia kawan lama produsen air isi ulang yg kebetulan Nyambi mborong durian dari Kolaka, lumayan 9 juta borongan satu mobil pick up penuh Durian ikatan alias laja’.

Melihat kawan bisnis durian begitu, rasa solidaritas pun muncul, sekaligus penasaran pengin icip icip bagaimana rasanya bisnis durian.
Spontan hari itu juga terjadilah bursa durian Kolaka di kawasan GOR Sudiang , di depan Rumahakan Sedap Solo, tempat kami berusaha.
Respon publik lokal begitu hebat. Dasar musim penghujan cuaca dingin, cocok durian sebagai penghangat badan. Pembeli beruntun mengalir satu dua oranfbeli durian. Sepanjang hari sibuk ngelayani pembeli durian. Satu dua orang , terutama ibu ibu, yang nyinyir soal durian. Nyari yang kuning kek, yang lonjong kek, yang durinya besar Kek , yang kulitnya tipis, dagingnya tebel, bijinya kecil Kel, dan seambrek keinginan lainnya. Maklum pembeli adalah raja, kata yang beli.

Malem harinya….
Nah ini yang jadi awal mula judul cerita ini, terjadi insiden menarik seputar komoditi durian. Alkisah, penjualnya mulai lelah seharian kerja , bakda isya setelah jam makan malam, rasa mengantuk tiba tiba datang , maka Saudagar baru durian ini rebahan di lantai dalam ruko. Sementara tumpukan durian masih terpajang dipinggir jalan raya.

Ingin tau kisah nya..? Ingin donk, masa nanggung ngebacanya. Baca sampai selesai ya, supaya faham ending pointnya.
Begini lho, tanpa sepenglihatan si Saudagar yang sedang rebahan rehat di dalam ruko, di pinggir jalan raya telah berhenti sebuah motor dikendarai 3 orang pemuda tanggung. ( Ini kata seorang tetangga setelah kejadian) .
Pas istri Saudagar durian keluar dari ruko, eeh ternyata ..salah satu pemuda tanggung telah lari dari Meja tempat tumpukan Durian yang dipajang, sambil menenteng seikat durian isi 3 , lalu secepat kilat melompat ke atas motor yang memang tlah siap tancap gas lari kencang ke arah Utara.

Kenakalan Remaja?
Kisah pemalakan yang menimpa penjual durian, ternyata bukan isapan jempol. Beberapa penjual durian , dalam kesempatan berbeda, pernah mengeluhkan hal.yang sama. Biasanya mereka ( pemuda tanggung, bahkan ada juga yang dewasa) mendekati penjual durian, pura pura nanya ini itu segala rupa. Ujung ujungnya minta durian. Itu masih mending, daripada diam diam ngambil dan lari kencang dengan motor yang sudah standby dijalanan seperti malam itu.

Preman rasa durian?
Sekilas seperti fenomena musiman biasa, tatkala musim buah itu tiba. Namun dikawatirkan, perilaku main serobot barang orang seperti itu, merembet ke barang yang lain. Sepertinya mereka sengaja, mencari celah orang lengah.
Bisa bisa sembarang benda diincarnya. Kebetulan malam itu, yang teronggok tanpa penunggu adalah durian.

Oke, Biarlah, soal seikat durian isi 3 itu hilang. Hitung itung sebagai sedekah. Mudah” an menjadi vitamin bagi mereka, dimusim hujan yang dingin ini. Mudah”an durian yang mereka makan menjadi nutrisi , sebagai bekal menjadi pemuda yang bakal dewasa . Yang nantinya akan sadar betapa pentingnya kerja keras untuk membangun masa depannya, masa depan bangsa.
( SSJ/Humaniora / MenaraMadinah.Com)