KHILAFAH ITU DALAM BAHASA ARAB ARTINYA PEMERINTAHAN

 

oleh : Ayatullah chumaini

“Zaman sekarang ini banyak yang menakut-nakuti rakyat Indonesia dgn kata-kata *”awas kalau orang Islam jika tidak ikut khilafah masuk neraka”*.

Namun di Negara Indonesia Pancasila Itu sudah sesuai dgn *”Syariah Islam”* karena dalam kehidupan sehari-hari sudah berjalan baik dan tak perlu lagi menggunakan *”Sistem Khilafah”*.

Orang yang tidak tahu dan baru mendengar penjelasan Sistem Khilafah menjadi *”Radikal”*, karena banyak yang baru belajar Islam, teriak-teriak khilafah di media sosial yang menyebutkan Khilafah itu jalan Tuhan yang formal.

Ada yang baru belajar bahasa arab lalu menulis di Medsos, tetapi salah cara menulisnya, banyak yang baru belajar sudah teriak-teriak.

Padahal khilafah itu artinya ikut jalan Tuhan dengan *Kejujuran* dan tidak harus di formalkan dengan simbolis Islam.

Ajaran Islam tentang khilafah itu ada sebagai prinsip bahwa setiap manusia punya Pemerintahan, namun jika jarus membangun itu yang tidak ada dan tidak benar.

Di dalam Al-Quran maupun Hadist itu hanya ada kata *Khulaif* yang artinya orang-orang yang memimpin khilafah.

Ada kata *Sulthan* dalam Pemerintahan, ada kata *Mulk, Bilad, Balad*, itu semua negara yang di Pimpin Khilafah, namun jika dikaitkan dgn Sistem khilafah itu yang tidak ada yang baku.

Sistem Khilafah itu adalah ranah pilihan masyarakat untuk melaksanakan bahwa negara itu harus ada dan harus ada Pemimpinnya, sedangkan Sistem Khilafah itu tidak ada yang tahu karena itu tidak ada yang baku sebagaimana contoh Negara dibawah ini :

1. Ada yang memilih *Khilafah Parlementer* seperti *Malaysia & Pakistan*.

2. Ada yang bentuknya *Kerajaan Monarki* seperti *Arab Saudi*.

3. Ada yang bentuknya *Republik* seperti *Maroko, Libya Tunisia, Mesir*.

Ketika diurai satu-satu maka saat ini ada *57 Jenis Khilafah* yang tujuannya untuk menterjemahkan *Ajaran Islam*.

Namun ketika ditanya mana yang benar, jawabannya adalah semuanya benar dan sama-sama syah serta sangat tergantung dari kebutuhan Negara sesuai adat istiadat masing-masing rakratnya.

Demikian pula dgn *Negara Kesatuan Republik Indonesia*, yang berdasar pada *Ijtihad para Ulama*.

Kalau Anda punya dalil dalam Al-Quran dan Hadist tentang inilah *Sistem Khilafah* yang sebenarnya saya mau ikut karena saya Islam, kmdn saya akan mengkampanyekan/mensosialisasikannya, tetapi sampai saat ini tidak ada.

Dalam Liga Arab yang terdiri dari 57 Negara tersebut diatas tidak ada yang sama Khilafahnya dan semua berbeda-beda.

Kmdn timbul pertanyaan mana yang benar, jawabannya semua benar, yang penting khilafah itu substansinya adalah para *Pemimpin yang Adil, *Amanah, Sidik, Fathonah*.

Kenapa khilafah itu menjadi seksi, di Indonesia sampai sekelas Jenderal pun menyebut harus menggunakan Sistem khilafah, karena mereka tidak mengerti dan tidak bisa menjelaskannya, padahal Khilafah itu harus adil, sedangkan Pancasila sebagai Dasar Negara juga ada Khilafahnya jika ditelusuri secara detail, namun hal ini hanya soal pelaksanaannya saja (diikuti atau tidak).

Untuk itu maka perbaiki Negara ini agar melaksanakan perintah dgn prinsip Pancasila, sehingga menjalankan pemerintahan dgn baik (berkeadilan, amanah, sidik & fathonah), jadi ini bukan soal Pancasila dan Komitmen kita dalam memilih Pemimpin.

HTI menyatakan Pancasila gagal, Negara Merdeka tapi banyak orang Miskin, katanya aat ini ada 25,6 Juta orang Miskin di Indonesia, namun jika dibandingkan dgn Rasionya, sekarang penduduk miskin hanya 9,4% saja, coba dulu jika tahun 1945 Indonesia tidak merdeka dengan Pancasila maka penduduk yang miskin bisa mencapai 90% lebih.