Keragaman Budaya Nusantara

Keberagaman budaya merupakan kekayaan di Tanah Air yang tidak perlu dipersoalkan. Justru ini menjadi kekuatan agar bangsa tidak mudah dipecah belah oleh kelompok tertentu.

Budayawan Ngatawi Al-Zastrow mengatakan budaya dan tradisi menjadi alat atau metode dalam penyampaian agama agar lebih mudah dipahami. Sehingga budaya-budaya yang ada di masing-masing tempat bisa diterima dengan baik dengan gayanya masing-masing tanpa harus merubah ajaran-ajaran yang sudah baku.

“Dalam konteks ke-nusantaraan yang ada di Indonesia, budaya, tradisi dan seni itu menjadi alat untuk menyampaikan ajaran-ajaran agama,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Minggu (15/4).

Dengan begitu, lanjut mantan asisten pribadi Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid ini msyarakat tidak mudah marah dengan adanya perbedaan. Karena, menurutnya, kalau sedikit sedikit kemarahan ditunjukan akan membuat situasi tidak kondusif.

“Kita juga perlu marah tapi harus pada tempatnya. Kalau kita marah dan mengatasnamakan marah itu pada hal-hal yang sifatnya membesar-besarkan akan mengkerdilkan Islam itu sendiri,” kata mantan Ketua Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) PBNU ini

Sebelumnya, Mantan Wakil Ketua Umum PB NU KH As’ad Said Ali menilai dalam Pancasila terdapat harmoni tentang kehidupan beragama dan berbudaya yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia. Kekuatan ini menjadi tameng dari serangan yang ingin memecah belah Nusantara.

“Dengan Pancasila jiwa orang Indonesia terbentuk menjadi manusia yang harmonis dan toleran. Itulah kekuatan Pancasila dan itu telah kita buktikan sejak dari zaman kemerdekaan sampai sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, Pancasila merupakan ideologi terbaik bagi Indonesia dengan berbagai keragamannya. Kendati demikian, ia tidak menampik ada banyak kelompok yang ingin menggoyang Pancasila. Karena itu bangsa Indonesia harus terus memperkuat persatuan dan pemahaman Pancasila sebagai antisipasi dari berbagai ancaman terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Totok Budiantoro

Koresponden MM.com.