
JAKARTA – Putra Tri Ramadani alias Srondeng, asal Kediri Jawa Timur, tampil luar biasa di babak final World Climbing Series yang berlangsung di Praha, Ceko.
Ia bersaing ketat dengan tujuh atlet panjat tebing terbaik dunia, termasuk Sorato Anraku, Neo Suzuki, dan Satone Yoshida dari Jepang; Adam Ondra dari Ceko; Luka Potocar dari Slovenia; Filip Schenk dari Italia; serta Jakob Schubert dari Austria, pada Senin (8/6) dini hari WIB.
Dengan pencapaian skor 43, Putra berhasil menundukkan semua pesaing dan berdiri di puncak podium, diikuti Neo Suzuki dengan medali perak (skor 39) dan Jakob Schubert sebagai peraih perunggu (skor 37).
Keberhasilan ini melanjutkan tren positif Putra yang juga sempat menembus final lead pada World Climbing Series musim sebelumnya di Koper, Slovenia pada September 2025.
Meski saat itu hanya finis di peringkat keenam dengan skor 40+, kini Putra mampu membawa pulang medali emas pertamanya, sekaligus mengukuhkan dirinya sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih prestasi tertinggi ini di ajang kelas dunia.
Putra, yang akrab disapa Srondeng, mengungkapkan kegembiraannya: “Ini adalah final kedua saya dan emas pertama. Saya sangat bangga karena rute di final sangat sulit, terutama bagian atas yang membuat tangan saya benar-benar pump (kelelahan mencengkeram),” ujarnya.
Ia juga menyadari bahwa kemenangan ini hanyalah awal motivasi untuk terus berprestasi dan mewakili Indonesia ke level yang lebih tinggi.
“Masih banyak yang harus saya perbaiki, terutama dalam orientasi jalur dan mengelola rasa grogi,” tambahnya.
Kesuksesan Putra tentu tidak terlepas dari dukungan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI). Ketua Umum FPTI, Yenny Wahid, memuji prestasi Putra sebagai tonggak penting bagi olahraga panjat tebing nasional.
“Kemenangan Putra memberikan inspirasi besar bagi seluruh atlet dan pelatih di FPTI. Kami berkomitmen terus mendukung pengembangan atlet dengan pelatihan intensif dan fasilitas terbaik agar lebih banyak prestasi internasional lahir dari Indonesia,” ujarnya penuh semangat.
Prestasi ini membawa kebanggaan tersendiri bagi Indonesia sekaligus membuka peluang besar untuk bersaing secara konsisten di kancah dunia.
Dengan dukungan kuat dan kerja keras, panjat tebing Indonesia diprediksi akan terus berkembang dan menghasilkan atlet-atlet berkelas dunia.*Imam Kusnin Ahmad*
