Kiprah Cucun Ahmad Syamsurijal: Mengabdikan Diri untuk Rakyat, dari Relokasi Bencana hingga Mitigasi Masa Depan

Oleh: Imam Kusnin Ahmad Wartawan Senior. Kepala Corps Provost Banser Nasional periode 2018-2024.

WAKIL KETUA DEWAN Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, kembali membuktikan komitmennya sebagai wakil rakyat yang hadir di tengah masyarakat. Baru-baru ini, ia meresmikan delapan rumah relokasi bagi warga korban longsor di Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung.

Langkah ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata kepedulian, tanggung jawab, dan upaya membangun harapan baru bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal dan orang terkasih.

Melalui inisiatif Rumah Aspirasi Kang Cucun dan dukungan berbagai pihak, Cucun menunjukkan bahwa kiprah seorang pemimpin harus selalu berpijak pada kebutuhan dan keselamatan rakyat.

Kisah pembangunan rumah relokasi ini bermula ketika Cucun menerima informasi tentang bencana longsor di Arjasari yang menimbulkan korban jiwa. Tanpa menunda, ia langsung mengunjungi lokasi, bertemu langsung dengan keluarga korban, dan mendengar cerita pilu mereka.

Melihat kesedihan dan keputusasaan warga, Cucun membuat janji: ia akan membantu merelokasi dan membangunkan kembali rumah bagi mereka yang terdampak. Janji itu bukan sekadar ucapan, melainkan komitmen yang segera diwujudkan.

Dalam prosesnya, Cucun tidak bekerja sendiri. Ia mengajak rekan-rekannya di fraksi, baik dari tingkat DPR, DPRD Provinsi, maupun DPRD Kabupaten/Kota, serta sejumlah pengusaha untuk saling bahu-membahu meringankan beban masyarakat.

“Saya berupaya mencari dengan teman-teman fraksi semua juga dengan teman-teman pengusaha untuk saling meringankan beban. Kita beli lahannya. Jadi, ini betul-betul pure semua dari Rumah Aspirasi Kang Cucun ya, bersama teman-teman Fraksi PKB,” ujarnya.

Kerjasama ini membuktikan bahwa kepedulian terhadap rakyat dapat menyatukan berbagai elemen untuk tujuan mulia.

Salah satu aspek yang paling diperhatikan oleh Cucun adalah keamanan lokasi relokasi. Ia menegaskan bahwa lahan yang dipilih harus benar-benar aman dan bebas dari risiko longsor.

“Kita cari lahan yang betul-betul aman. Jangan kita merelokasi kemudian lahan ini malah lebih berbahaya. Kita siapkan lahan yang betul-betul tidak akan terdampak lagi dengan bencana seperti longsor kemarin,” tegasnya.

Hal ini menunjukkan bahwa Cucun tidak hanya berpikir jangka pendek, tetapi juga memikirkan keselamatan dan kesejahteraan warga di masa depan.

Selain meresmikan rumah, Cucun juga meluangkan waktu untuk berdialog dengan warga dan menyerap aspirasi mereka. Baginya, bertemu langsung dengan konstituen adalah bagian tak terpisahkan dari tugas sebagai wakil rakyat.

“Saya itu dari sebelum menjadi Wakil Ketua DPR sampai sekarang tetap bertemu dengan konstituen. Bertemu dengan masyarakat ini merupakan aktivitas keseharian ketika pulang ke daerah pemilihan,” paparnya.

Kehadiran langsung ini juga memiliki nilai moral yang besar, terutama bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga.

Cucun ingin memberikan motivasi dan sedikit menghibur mereka yang sedang berduka.

Tidak hanya berhenti pada penanganan pasca-bencana, Cucun juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah rawan longsor.

Ia menekankan bahwa tindakan pencegahan harus dilakukan sebelum bencana terjadi, bukan setelah korban berjatuhan.

“Saya ingin ini menjadi catatan buat di sini agar dilakukan mitigasi. Jangan sampai sudah terjadi longsor, sudah ada korban, baru melakukan tindakan,” tuturnya.

Peringatan ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan dan kewaspadaan dalam menghadapi ancaman bencana alam.

Kiprah Cucun Ahmad Syamsurijal dalam membantu korban longsor di Arjasari adalah cerminan dari sosok pemimpin yang benar-benar mengabdi. Ia membuktikan bahwa jabatan bukanlah sekadar status, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan hati dan tindakan nyata.

Bagi kita semua, kisah ini menjadi motivasi bahwa setiap orang, terlepas dari posisi dan jabatan, dapat memberikan kontribusi bagi orang lain.

Kepedulian, kerja sama, dan pemikiran ke depan adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih kuat dan sejahtera.

Semoga langkah Cucun menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus berbuat baik dan hadir di tengah rakyat yang membutuhkan.*Wallahu A’lam Bisshawab*