
BLITAR – Safari Ramadhan 2 PC ISNU Kabupaten Blitar yang digelar di PAC ISNU Kecamatan Wates pada Sabtu (28/2/2026) menghadirkan perpaduan unik antara budaya lokal dan ajaran agama Islam.
Dengan tema Ngaji Kebudayaan “Lakon E”, acara yang berlangsung di Mushalla Nida’ul Khoir mulai pukul 15.30 WIB tidak hanya menjadi ajang penguatan organisasi, tetapi juga sarana menyampaikan pesan mendalam tentang hubungan hamba dengan Sang Kholiq melalui filosofi simbol-simbol wayang Jawa yang didukung oleh dalil-dalil agama.
Kegiatan yang dirangkai dalam empat rangkaian acara utama ini dihadiri oleh berbagai kader dan anggota ISNU dari seluruh kecamatan Wates.
Susunan acara dimulai dengan Penguatan Kader ISNU, di mana para peserta diberikan pemahaman tentang peran strategis kader dalam menggerakkan organisasi untuk kemaslahatan umat.
Langkah berikutnya adalah Konfer Ancab (Konferensi Anak Cabang), yang dipimpin langsung oleh Ketua PC ISNU Kabupaten Blitar, Dr. H. Hakam Sholahuddin, SH.MH dengan membahas kebijakan dan program kerja masa depan.
Setelah sesi organisasi, acara memasuki bagian inti yaitu Ngaji Kebudayaan yang dibawakan oleh penceramah sekaligus dalang Ki Nanang Wisanggeni (Nanang Masrukhi, S.Pd.I).
Dalam paparannya, Ki Nanang menyampaikan empat poin penting yang menyatukan ajaran agama dengan filosofi budaya lokal, khususnya terkait makna gambar pegunungan dalam wayang sebagai simbol ciptaan Allah SWT.
Poin pertama tentang syukur dengan lisan, hati, dan perbuatan mendapatkan dukungan dari QS. An-Nahl (16): 114 yang menyuruh makan rezeki halal dan bersyukur, serta QS. Ad-Duha (93): 11 yang menegaskan untuk menyembah dan bersyukur kepada Tuhan atas rahmat-Nya.
Syukur yang tidak hanya terucap dari mulut tetapi juga meresap dalam hati dan terwujud dalam tindakan menjadi bukti pengakuan hamba akan karunia Sang Kholiq.
Poin kedua mengenai kebahagiaan orang berpuasa saat menanti berbuka dan bertemu dengan Allah didasari oleh Hadis Qudsi yang menyatakan bahwa orang yang berpuasa akan merasakan dua kebahagiaan: saat berbuka dan saat bertemu dengan Rabb-nya.
Dukungan juga datang dari QS. Al-Muzammil (73): 20 yang menjelaskan bahwa setiap kebaikan yang dilakukan akan mendapatkan balasan terbaik di sisi Allah, sehingga kebahagiaan puasa tidak hanya bersumber dari pemenuhan fisik tetapi juga spiritual.
Poin ketiga tentang makna gunungan bahwa Allah menciptakan segala sesuatu berpasangan sesuai dengan QS. Adz-Dzariyat (51): 49 yang menyatakan bahwa segala sesuatu diciptakan berpasang-pasangan agar manusia mengingat kebesaran-Nya.
Selain itu, QS. Yasin (36): 36 juga menegaskan bahwa Allah telah menciptakan semuanya berpasangan, baik dari tumbuhan, diri manusia sendiri, maupun hal-hal yang tidak diketahui, yang menggambarkan keseimbangan sempurna dalam ciptaan Tuhan.
Poin keempat yang melarang mencuri, korupsi, mengambil hak orang lain, dan menghakimi sesama didukung oleh beberapa dalil penting. QS. Al-Baqarah (2): 188 melarang makan harta orang lain dengan jalan batil, sedangkan Hadits Riwayat Bukhari menyatakan bahwa siapa saja yang mengambil apa yang bukan haknya akan ditenggelamkan pada hari kiamat.
Larangan menghakimi tanpa dasar juga terkait dengan QS. An-Nur (24): 22 yang melarang menyembunyikan kesaksian dan melakukan tindakan tidak jujur, serta Hadits Riwayat Muslim yang mengajarkan untuk tidak merasa iri hati dan selalu mencintai serta menghormati saudara.
Acara ditutup dengan Buka Bersama yang menjadi simbol kebersamaan dan kekeluargaan dalam keluarga besar ISNU. Kegiatan ini menjadi bagian dari inovasi PC ISNU Kabupaten Blitar dalam menyampaikan pesan agama dan nilai budaya secara lebih menarik dan mudah dicerna oleh masyarakat.
Semua ajaran yang disampaikan menjadi bukti bahwa nilai-nilai filosofis dalam budaya lokal tidak pernah bertentangan dengan ajaran agama Islam, melainkan saling melengkapi dalam membentuk pribadi yang bertaqwa dan memiliki akhlak mulia.*Imam Kusnin Ahmad*
