
By : Dr. Ir. Hadi Prajoko, SH, MH.
Edukasi tertinggi bukan tentang memenuhi kepala dengan informasi, melainkan mengosongkan diri agar Nurani bisa bicara.
Nurani adalah bahasa semesta yang ditanam di palung hati yang paling dalam.
Ia tidak lahir dari susunan logika yang rumit. Kalimatnya sederhana, namun menggetarkan.
Ketika kita mulai menggunakan Bahasa Nurani, kita tidak lagi bicara untuk memenangkan debat, melainkan untuk membasuh jiwa yang dahaga akan kebenaran.
Di luar sana, melampaui segala prasangka dan dualitas, ada sebuah ruang di mana kita tidak lagi membawa gelar, atribut, atau rasa bangga.
Kita hanya membawa keberadaan yang murni.
Di sana, kita akhirnya menyadari : Kita bukan pengembara yang sedang mencari jalan pulang, karena sesungguhnya, kita adalah Rumah itu sendiri.
Mari pulang ke dalam nurani diri. Mari menjadi satu dalam nafas semesta, manunggaling Kawula jiwa’
