
Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)
Sungguh kita harus semakin erat pegangan kita terhadah tali-Allah SWT. Sehingga akan semakin kokoh ikatan kita terhadap sesama orang-orang yang beriman. Ketika ikatan tersebut tidak semakin dikuatkan dikuatirkan akan lepas ketika terjadi goncangan. Yang dimaksud dengan taliAllah adalah keyakinan atau Iman serta ajaran atau tuntunan yang diberikan oleh Allah SWT sebagai pencipta kita.
QS. Ali Imran: 103 jelas memerintahkan untuk berpegang teguh tersebut, yakni:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ
Artinya: “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah memperjelas ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”
Tafsir ayat ini (Modified AI, 2026) menekankan pentingnya persatuan umat Islam dan larangan untuk bercerai-berai. Allah mengingatkan nikmat-Nya yang telah mempersatukan hati orang-orang yang sebelumnya bermusuhan, sehingga mereka menjadi bersaudara. Ayat ini juga mengingatkan bahwa Allah telah menyelamatkan kita dari jurang neraka, sehingga kita harus selalu bersyukur dan mengikuti petunjuk-Nya.
Dalam konteks ini, “hablillah” (tali Allah) diartikan sebagai agama Islam atau Al-Qur’an, yang menjadi pedoman hidup bagi umat Islam. Dengan berpegang pada tali Allah, umat Islam diharapkan dapat menjaga persatuan dan menghindari perpecahan.
Kita bersyukur dengan kondisi bangsa Nusantara ini diberikan ketentraman. Apabila kita bandingkan dengan ĺnegara-negara yang dilanda kekisruhan misalkan sampai yang terjadi peperangan. Maka sungguh melarat sekali kehidupan rakyatnya. Serba tidak tenang dengan kemungkinan rumah serta perkampungan hancur kena sasaran rudal.
Sungguh kita sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) sangat dirahnati Allah SWT, dengan kehidupan yang aman tentram dan damai. Pergi ke tempat-tempat ibadah dengan sangat aman tanpa ada gangguan apapun. Semoga kondisi demikian ini bisa kita pertahankan sampai untuk generasi penerus. InsyaAllah kita bisa pertahankan dengan berpegang teguh pada keyakinan dan iman Islam kita. Semoga bisa demikian aamiin.
Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.
Madinah,
08 Romadlon 1447
atau
26 Februari 2026
m.mustain
