
By : Gus Sule
Pulanglah nak…
Kembalilah ke tradisi leluhur kita
Kembalilah nak, mari kita berkumpul kembali dalam indah, rukun dan damainya Nusantara lama kita.
Bapak, Ibu, si Mbah, Eyang dan para Leluhur mu di sini sdh rindu menunggu lebih 500 tahun menantikan kepulangan mu nak.. sejak kamu memilih berpaling dari ajaran Leluhur mu.
Jangan takut dan Khawatir nak, kami semua akan menyambut mu dgn penuh cinta kasih, apa adanya, tanpa sarat dan ancaman² hukuman seperti yg selama ini diajarkan mereka padamu.
MAKNA DAN PESAN TERSEMBUNYI PARA LELUHUR KITA, DIBALIK NAMA PULAU JAWA DAN BALI YANG MENJADI KENYATAAN.
Para leluhur kita dulu memberi nama Pulau Jawa dan Pulau Bali itu bukan asal-asalan melainkan untuk sebuah prediksi masa depan. Begitu kata guru saya.
Maksudnya apa guruji…? tanya saya.
Begini;
Jawa itu artinya “ngerti” “paham” “sadar” .
Itulah kenapa orang Jawa menyebut anak kecil yang sudah bisa diberi pengertian “Bocahe wis Jowo, rupane” Anak ini rupanya sudah mengerti/memahami.
Bali itu artinya Pulang atau Kembali.
Laluhur kita jauh sebelum tahun 2021 telah memiliki pemahaman bahwa nanti suatu ketika Pulau Jawa itu orang-orangnya tidak lagi “JOWO” atau “Sadar” .
Banyak orang Jawa yang kehilangan Kesadaran akan siapa dirinya.
Kehilangan kesadaran akan Perilaku sopan santun, toto kromo lan unggah-ungguh.
Orang Jawa sekarang ini sudah benar-benar KEHILANGAN JAWA-NYA. Padahal kakek nenek dan si Mbah kita selalu berpesan.
Inget Yo Le “Wong Jowo ojo lali karo Jawane”
Dan benar saja saat ini kejadian. Begitu banyak Orang Jawa yang kehilangan perilaku Jawa, adat Istiadat Jawa, dan bahkan Pakaian Tradisi Jawa saja mulai ditinggalkan dan nyaris PUNAH di Tanah Jawa sendiri.😥
Namun beruntungnya masih ada 1 pulau lagi yang tetap EKSIS mempertahankan Budaya dan Ajaran Para Leluhur Nusantara sampai hari ini.
Yakni orang-orang yang ada di Pulau Bali.
Kita tahu bahwa menurut sejarah para leluhur Orang Bali itu berasal dari Tanah Jawa. Orang Bali asli yang bukan keturunan dari Jawa sendiri itu disebut sebagai Bali Age, yang salah satunya mendiami lokasi di Trunyan.
Lalu apa hubungannya antara Pulau Jawa dan Bali guruji…? tanya saya.
Hubungannya adalah ketika “ramalan itu terjadi” di mana orang-orang Jawa kehilangan Jawanya (Wong Jowo lali Jawane) maka bagi yang masih “SADAR DAN WARAS” masih bisa membaca pesan-pesan tersirat leluhur, yang isinya adalah ORANG JAWA harus segera KEMBALI pada Ajaran Laluhurnya yang telah membuat Nusantara ini Subur makmur gemah ripah loh jinawi dan memiliki adab, toto kromo lan unggah-ungguh serta keramahan yang pernah terkenal sampai ke seluruh dunia.
Dan itu masih ada (tersisa) di Pulau Bali.
Tradisi Para Leluhur yang benar-benar di jaga oleh orang Bali, terutama orang Bali yang merupakan keturunan terakhir dari Para Leluhur Jawa Dwipa.
Itulah kenapa Tradisi Orang Bali dengan Orang Jawa Dwipa itu memiliki banyak kesamaan dan secara esensi memang sama persis.
Bali memiliki Makna Pulang, Kembali.
BALI bahasa Jawanya itu artinya Pulang. Jadi Bali adalah sebuah pesan Leluhur bagi orang Jawa untuk KEMBALI PULANG PADA AJARAN PARA LELUHURNYA.
Jadi bagi anda yang masih SADAR/ELING/WARAS, segeralah “KEMBALI”, YA…. kembali pada ajaran Para Leluhur seperti keturunan Leluhur Jawa yang tinggal di Bali.
Begitu guruji mengakhiri penjelasannya.
Terima kasih guruji untuk penjelasannya.
Semoga saja nggih guruji, masih banyak Orang Jawa yang masih Sadar/Eling/Waras. sebelum bangsa Nusantara ini benar-benar punah dan hanya tinggal catatan sejarah masa lalu yang tersimpan di museum.
Dumogi Rahayu Sareng Sami
Mugi Rahayu Sagung Dumadi
Sampurasun
( Thabib wahyu)
