Budak Budak Modern

 

Dr. Ir Hadi Prajaka SH MH.

Sebuah bangsa hancur karena melupakan huruf dan bahasa nya…
Para penjajah memasukkan narasi setelah Bangsa itu tidak lagi mengenal bahasa dan huruf ibunya, tetapi mereka hanya mengenal huruf dan bahasa para penjajah…. maka narasi, dongeng mudah dimasukkan kepada PARA budak jajahannya,
Karena mereka sudah bisa membaca dan menulis bahasa para penjajah, sehingga dgn mudah membuat narasi perbudakan modern yg tidak lagi memerlukan biaya , amunisi dan senjata yg berlebihan.
Demikian pula Adat dan tradisi luhur warisan budaya nya juga hancur lebur bahkan mereka memusuhi nilai positif budaya yg diwariskan secara bermartabat.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penjajahan dapat menghancurkan identitas bangsa melalui penghapusan bahasa dan huruf asli, serta bagaimana hal ini dapat digunakan sebagai alat kontrol sosial dan politik. Penelitian ini menggunakan pendekatan sciencifik, filosofis, dan sosiologis untuk memahami fenomena ini.

Penjajahan telah menjadi fenomena yang umum dalam sejarah manusia, dan salah satu cara yang efektif untuk mengontrol dan menghancurkan bangsa yang dijajah adalah dengan menghapus bahasa dan huruf asli mereka. Hal ini dapat membuat bangsa yang dijajah kehilangan identitas dan budaya mereka, sehingga lebih mudah untuk dikontrol dan dimanipulasi oleh penjajah.

– *Kolonialisme*: Penjajahan adalah proses pengontrolan satu bangsa atas bangsa lain, baik secara politik, ekonomi, maupun budaya.
– *Imperialisme*: Imperialisme adalah perluasan kekuasaan dan pengaruh satu bangsa atas bangsa lain, baik secara langsung maupun tidak langsung.
– *Bahasa dan Identitas*: Bahasa adalah komponen penting dari identitas bangsa, dan penghapusan bahasa asli dapat membuat bangsa kehilangan identitas mereka.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan menggunakan data sekunder dari sumber-sumber sejarah, sosiologi, dan antropologi. Data yang dikumpulkan akan dianalisis menggunakan teori dan konsep yang relevan.

Penelitian ini menemukan bahwa penjajahan dapat menghancurkan identitas bangsa melalui penghapusan bahasa dan huruf asli. Hal ini dapat membuat bangsa yang dijajah kehilangan identitas dan budaya mereka, sehingga lebih mudah untuk dikontrol dan dimanipulasi oleh penjajah.

Penelitian ini menunjukkan bahwa penjajahan dapat menghancurkan identitas bangsa melalui penghapusan bahasa dan huruf asli. Hal ini dapat digunakan sebagai alat kontrol sosial dan politik oleh penjajah. Oleh karena itu, penting bagi bangsa-bangsa untuk melestarikan bahasa dan budaya mereka, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya identitas bangsa.

*Referensi*

– Fanon, F. (1963). The Wretched of the Earth. New York: Grove Press.
– Said, E. W. (1978). Orientalism. New York: Vintage Books.
– Bourdieu, P. (1991). Language and Symbolic Power. Cambridge: Harvard University Press.

Disertasi ini akan membahas lebih lanjut tentang bagaimana penjajahan dapat menghancurkan identitas bangsa melalui penghapusan bahasa dan huruf asli, serta bagaimana hal ini dapat digunakan sebagai alat kontrol sosial dan politik. Disertasi ini akan menggunakan pendekatan sciencifik, filosofis, dan sosiologis untuk memahami fenomena ini.

Penelitian ini juga akan membahas tentang bagaimana penjajahan dapat mempengaruhi struktur sosial dan budaya bangsa yang dijajah. Hal ini dapat membuat bangsa yang dijajah kehilangan identitas dan budaya mereka, sehingga lebih mudah untuk dikontrol dan dimanipulasi oleh penjajah.

Penelitian ini juga akan membahas tentang bagaimana penjajahan dapat mempengaruhi filsafat dan pemikiran bangsa yang dijajah. Hal ini dapat membuat bangsa yang dijajah kehilangan identitas dan budaya mereka, sehingga lebih mudah untuk dikontrol dan dimanipulasi oleh penjajah. 😊

Bangsa Bangsa kulit kuning khususnya China dan Jepang, mereka secara nyata membuat regulasi kebijakan untuk menolak menghilang kan, identitas nya khususnya bahasa ibu dan huruf aksara kanji dan aksara Thiongkhok,
Mengingat jati diri bangsa mereka di awali dengan bahasa yg lahir dari rahim nya sendiri.

Para penjajah dg mengenal kan bahasa dan huruf nya maka dg mudah memasukkan narasi dan mitologi kebudayaan nya kepada para budak budak jajahannya.

Hadi Prajaka

Sudah saatnya belajar menulis bahasa dan aksara bahasa Nusantara, buatlah narasi huruf dan bahasa Nusantara wahai Generasi muda, agar tidak kehilangan jati diri