Pasar Tanah Abang Polisi Razia Preman Parkir Liar 100 Ribu

Jakarta-Kawasan pusat grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat, kembali memanas pada Senin (16/2/2026).

Bukan karena diskon baju menjelang Ramadan, melainkan aksi Razia Premanisme yang digelar oleh pihak kepolisian.

Para preman yang biasanya garang memalak pengunjung dengan modus “Juru Parkir”, mendadak ciut nyali dan lari tunggang langgang saat melihat seragam cokelat aparat datang menyerbu.

Alasan utama razia ini digelar adalah laporan masyarakat yang sudah muak dengan tarif parkir liar yang tidak masuk akal.

Para preman ini mematok harga sesuka hati.

– Sepeda Motor: Dipatok hingga Rp 60.000 sekali parkir.

– Mobil: Lebih gila lagi, pengunjung dimintai Rp 100.000.

Tarif ini jelas pemerasan (extortion), padahal fasilitas parkir yang diberikan hanyalah bahu jalan yang justru memacetkan lalu lintas.

Suasana penertiban berlangsung dramatis.

– Para juru parkir liar yang tadinya petantang-petenteng menagih uang, langsung lari kocar-kacir menyelamatkan diri ke gang-gang sempit saat polisi tiba.

Polisi berkomitmen memburu mereka yang melarikan diri untuk memberikan efek jera.

Tanah Abang yang setiap tahun selalu bermasalah dengan premanisme, kali ini benar-benar disisir habis.

Tanah Abang seolah memiliki “penyakit tahunan” yang sulit sembuh.

Keberadaan parkir liar dengan tarif “Sultan” ini jelas merugikan pedagang resmi dan pengunjung.

Tindakan tegas polisi hari ini diharapkan bukan sekadar gimmick, tapi solusi permanen agar warga bisa belanja dengan tenang tanpa dipalak 100 ribu hanya untuk parkir.