Akan Aku ” Peluk ” Ramadan

Prof. Mahmud Mustain
(Teknik Kelautan ITS, Waketum PP Serikat Nelayan NU)

Namanya “Cinta” hanya satu kata tetapi memiliki sekian banyak arti dalam pelaksanaanya. Misalkan dalam lingkaran keluarga, cintanya suami-istri jelas berbeda dengan cintanya ayah-ibu terhadap anak-anaknya. Juga demikan berbeda antara sesama saudara. Dan seterusnya macamnya cinta di dalam lingkaran keluarga saja sudah banyak macamnya.

Keluar dari lingkaran keluarga, cinta memiliki macam yang berbeda lagi misalnya kita harus mencintai tetangga. Inipun porsinya berbeda dengan sebab jarak, misalkan yang satu dinding dengan yang berjarak sekian rumah barang tentu berbeda. Apabila dilebarkan lagi terhadap lingkungan, maka cinta akan memiliki porsi atau macam yang berbeda pula. Mencintai tumbuhan dengan mencintai binatang sudah barang tentu berbeda. Mencintai komunitas organisasi berbeda dengan mencintai negara, bangsa, budaya, dan perdamain dunia.

Ada hadits tentang cinta dari Rasulillah SAW (HR. Bukhari dan Muslim), yakni:

“لَا يَحِبُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا”

Artinya: “Tidaklah salah seorang di antara kalian beriman sampai Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada yang lain.”

Juga ada HR. Bukhari dan Muslim:

“ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا…”

Artinya: “Tiga perkara yang jika ada pada seseorang, ia akan merasakan manisnya iman: Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai… ”

Dua hadits tentang cinta ini menekankan pentingnya mencintai Allah dan Rasul-Nya di atas segalanya (Modified AI, 2026).

Bagaimana kita harus mencintai romadlon? Sudah barang tentu mencintai bulan romadlon memiliki porsi tersendiri. Apabila kita tahu ukuran terbesar porsi mencintai adalah harus kepada Allah SWT dan rasulNya, maka kita harus membuat ukuran mencintai romadlon dasarnya adalah karena mencintai Allah SWT dan rasulNya.

Alur pikiran tersebut sangat masuk akal. Sehingga kesempatan yang belum tentu tahun depan kita masih bisa ketemu romadlon lagi, maka mari kita ekspresikan bentuk cinta kita terhadap romadlon semaksimal mungkin. Mari kita rangkul kita peluk romadlon se-erat mungkin.

Ada kalimat bijak tentang cinta, yakni:
“مَنْ أَحَبَّ شَيْئًا كَثُرَ ذِكْرُهُ”

Artinya: “Barangsiapa yang mencintai sesuatu, maka ia akan banyak menyebutnya.”

Makna Ungkapan atau kalimat bijak tersebut secara spiritual adalah:
“Cinta melahirkan perhatian,
Perhatian melahirkan ingatan,
Dan ingatan melahirkan penyebutan (dzikr)”. Dalam konteks ini sejalan dengan konsep dzikrullah. Meskipun kalimat tersebut bukan hadits langsung tetapi sejalan.

Alhasil, dengan keinginan mencintai romadlon yang maksimum maka mari kita peluk kita rangkul se-erat mungkin. Hal ini akan bisa setiap saat lengket dalam pelukan apabila kita mencintai romadlon dengan tulus dan ikhlash karena Allah SWT. Sehingga memuncul rasa cinta yang luar biasa yang selalu disebut dalam hati dan lisan berdzikir. Semoga bisa demikian aamiin.

Semoga manfaat barokah selamat dunia sampai akhirat aamiin.

Surabaya,
29 Sya’ban 1447
atasan
17 Februari 2026
m.mustain