
JEMBER – Pemerintah Provinsi Jawa Timur secara resmi menetapkan 1.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja – Paruh Waktu (PPPK-PW) di lingkungan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Jember. Kegiatan pengangkatan tersebut dilanjutkan dengan penghadapan guru dan tenaga kependidikan PPPK-PW pada satuan pendidikan SMAN/SMKN/SLBN serta Cabang Dinas Wilayah Jember, Jumat (2/1/2026).

Adapun rinciannya meliputi Kabupaten Lumajang sebanyak 99 guru dan 319 tenaga kependidikan, Kabupaten Jember 183 guru dan 386 tenaga kependidikan, serta 13 staf tenaga kependidikan Cabdin Wilayah Jember.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, Iwan Triyono, S.H., M.M., dalam arahannya menyampaikan bahwa penetapan status PPPK-PW Tahun 2025 merupakan bentuk kepercayaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang perlu disyukuri dan dijaga bersama.
“Bapak dan Ibu PPPK-PW diharapkan dapat menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Ibu Gubernur Jawa Timur serta Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur atas kepercayaan yang telah diberikan melalui penetapan status sebagai PPPK-PW Tahun 2025. Kepercayaan tersebut merupakan amanah yang perlu dijawab dengan kinerja, dedikasi, dan integritas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iwan Triyono menegaskan bahwa guru PPPK-PW dituntut untuk menguasai empat kompetensi utama guru, yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat kompetensi tersebut, menurutnya, harus berjalan seiring dengan komitmen, keikhlasan, serta kemampuan adaptif dalam menghadapi dinamika pendidikan yang terus berkembang.
“Guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, tetapi juga menjadi teladan dalam sikap, mampu membangun komunikasi yang baik dengan lingkungan sekolah, serta profesional dalam menjalankan tugas. Dunia pendidikan ke depan menuntut kita semua untuk terus belajar dan beradaptasi,” tambahnya.
Sementara itu, kepada tenaga kependidikan PPPK-PW, Kacabdin Wilayah Jember menekankan pentingnya pelayanan publik yang berkualitas dan berorientasi pada kepuasan layanan. Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga unsur utama dalam pelayanan publik, yakni organisasi penyelenggara pelayanan, penerima layanan, serta kepuasan yang dirasakan oleh masyarakat.
“Tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mendukung layanan pendidikan. Keberhasilan pelayanan tidak hanya diukur dari kelengkapan administrasi, tetapi dari kepuasan yang dirasakan oleh peserta didik, pendidik, dan masyarakat,” jelasnya.
Menutup arahannya, Iwan Triyono mengajak seluruh guru dan tenaga kependidikan PPPK-PW untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan berinovasi dalam menjalankan tugas.
“Tetap semangat, jaga kekompakan, dan terus berinovasi. Jangan pernah lelah berbuat baik untuk anak didik kita,” pungkasnya.
