
Kediri-MenaraMadinah. Com Jum’at Wage, 2 Januari 2026
“MIMPI BASAH DI MOJO GUMUK”, yang akan aku cerita kan ini lokasinya tepatnya di sisi kanan bawahnya gumuk yang aku sebut dengan ‘Mojo Gumuk’ itu, adalah sebuah perkampungan kecil yang masyarakat nya nitrogen dari sisi agama dan kepercayaan ada tiga agama: Hindu, Kristen dan Islam, namun masyarakatnya sangat toleran, guyub-rukun, tempat ibadah nyapun berdekatan sekali, warga nya terbuka dan hangat dalam pergaulan sehari-hari nya.
Tak terasa setelah lebih dari satu tahun aku mengadakan penelitian (wawancara) tentang mimpi basah tersebut, berbagai cerita dan berbagai orang yang sulit kisah-kisah dari cerita mimpi tersebut untuk ‘memahami nya’ akhirnya aku ‘sowan’ datang dan menyampaikan tentang apa yang terjadi di alam mimpi basah tersebut kepada para kiyai/ibu nyai(ahli agama Islam/ulama’) Beliau memberi kan keterangan antara lain yang terpenting adalah:
1. Kejadian atau perbuatan apa saja dalam mimpi itu tidak ada implikasinya dalam hukum syari’at.
2. Implikasinya justru setelah bangun dari tidur: jika seorang laki mengeluarkan air mani maka wajib mandi besar, dan jika tidak mengeluarkan maka tidak wajib mandi.
3. Perempuan yang mimpi basah pun wajib mandi besar, walaupun yang dikeluarkan berbeda dengan laki-laki, kesamaan adanya rasa nikmat dalam mimpi basah tersebut.
4. Apa yang terjadi dalam mimpi basah, setelah bangun boleh dilakukan asalkan tidak bertentangan dengan hukum syari’at Islam, misalnya semalam ada mimpi berhubungan intim dengan keluarga dekat misalnya ibu mertua nya, setelah bangun tidur itu tidak boleh dilakukan, hukum nya Haram: berdosa karena melanggar hukum syari’at.
Selang beberapa minggu aku ada waktu dan jadwal menemui si janda bertani lalat besar di dadanya yang mempesona itu dan dia bercerita lagi dengan mantan suami pertama nya yang sudah meninggal itu.
Secangkir kopi asisa sudah di bidang, bau harumnya sampai merasuk ke dadaku, apa yang menjadi tugas-tugas ku sudah saya kerjakan, mengecek data-data anggota dan mendengarkan keluhan dan masukan dari anggota juga sudah saya catat, “Ini nyantai saja”: ucapku setelah menyeruput kopi yang lezat. ” Nopo ingkang panjenengan dawuh aken (Apa yang hendak anda kataka) “: kata nya dengan suara yang khas dan jelas.
” Panjenengan mengalami mimpi malih (Apakah anda mimpi lagi)? “: tanyaku dengan memberikan senyum manis ku.
Si janda dengan tenang dan senyum bahagia menceritakan bahwa setelah menceritakan mimpi basah nya kemarin, dia menyempatkan datang ke pusara/makam suami pertama nya, untuk memanjatkan do’a dan permohonan maaf atas kekhilafan (kesalahan tanpa disengaja) nya kepadanya dulu.
Beberapa hari kemudian dia mimpi basah lagi, yang terasa lebih nikmat dan suami nya memang tidak berkata-kata apapun, namun tatapan mata dan senyum bahagia sang suami dapat dia rasakan, maka saat dia bercerita kepada ku raut wajahnya nampak berseri dan senyum bahagia itu masih bisa aku lihat rasakan.
Setelah mimpi tersebut dia si janda, merasa lega dan nyaman, seakan beban nya sudah hilang.
‘Mimpi-mimpi’ itu memang sebuah kejadian yang alamiah, saat kita tidur, tak terkecuali mimpi basah, kalau ada pengaruhnya bagi si orang yang mengalami itu sifat spesifik dan pribadi, masing-masing orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda.
Kita berharap mimpi basah tersebut memberikan dampak (pengaruh yang positif) bagi kita yang mengalami nya.
Nur Habib, mengabarkan.
