TMMD ke-127 Bakal Transformasi Desa Krisik Blitar – Dandim Tinjau Kesiapan Sarana Fisik dan Nonfisik

BLITAR – Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Virlani Arudyawan, SH, MM, MHI, bersama personel Koramil 0808/15 Gandusari, melakukan peninjauan lokasi sasaran Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Tahun Anggaran 2026 pada Jumat sore (2/1/2026) di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Kunjungan ini bertujuan memastikan seluruh sasaran – baik bidang fisik maupun nonfisik – siap dilaksanakan, sesuai dengan kebutuhan aktual masyarakat dan dapat memberikan dampak optimal bagi kemajuan desa.

Dalam peninjauan tersebut, ditemukan bahwa sasaran utama program akan fokus pada peningkatan aksesibilitas dan infrastruktur dasar masyarakat. Rencana awal pembangunan rabat jalan sepanjang 1.000 meter dengan lebar 6 meter telah diperpanjang menjadi 1.080 meter, sehingga dapat menjangkau lebih banyak pemukiman dan lahan pertanian. Selain itu, akan dibangun jembatan penyeberangan sepanjang 12 meter dan lebar 2 meter untuk memperlancar alur transportasi barang dan orang di wilayah yang sebelumnya terkendala geografi.

Tak hanya itu, program juga menyasar peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui berbagai proyek tambahan. Di antaranya pembangunan 15 unit rumah tidak layak huni (RTLH) untuk keluarga kurang mampu, 15 unit jambanisasi guna meningkatkan sanitasi lingkungan, serta 2 tandon air yang akan mencukupi kebutuhan air bersih bagi sekitar 200 kepala keluarga. Untuk mendukung ketahanan air dalam jangka panjang, juga akan dibangun 3 titik sumur bor dengan teknologi modern yang lebih efisien dan berkelanjutan.

Selain aspek fisik, TMMD ke-127 TA 2026 juga mengusung inovasi melalui paket kegiatan nonfisik yang mencakup 12 item penyuluhan berbasis kebutuhan lokal. Materi penyuluhan dirancang secara terintegrasi, meliputi wawasan kebangsaan untuk memperkokoh rasa cinta tanah air, edukasi kesehatan guna menurunkan angka penyakit masyarakat, pelatihan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas hasil bumi, serta penyuluhan hukum dan kamtibmas untuk menciptakan lingkungan yang aman dan tertib.

Untuk mendukung efektivitas program, pihak Kodim juga akan mengintegrasikan pendekatan kolaboratif dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan bahkan akademisi lokal. Salah satu inovasi baru yang akan diterapkan adalah pembentukan “Kelompok Peduli Desa” yang terdiri dari perwakilan masyarakat muda, petani, dan tokoh lokal, yang akan menjadi mitra TNI dalam memantau pelaksanaan dan memastikan keberlanjutan proyek setelah selesai dilaksanakan.

Program TMMD bukan hanya sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud konkrit sinergi antara TNI dengan pemerintah dan masyarakat dalam membangun desa dari akar rumput. Melalui pendekatan yang komprehensif dan berbasis inovasi, diharapkan Desa Krisik dapat menjadi contoh pembangunan desa yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Blitar. Semoga langkah ini dapat menginspirasi daerah lain untuk bersama-sama membangun negeri dengan semangat gotong royong, serta membuktikan bahwa kemajuan desa adalah pondasi utama kemajuan bangsa Indonesia yang tangguh dan sejahtera.*Imam Kusnin Ahmad*