Pengkhianatan Yang Disamarkan

Dr.Ir. HADI PRAJOKO SH, MH Ketum PP ⁹HPK

Pengkhianat modern tidak mengangkat senjata, mereka menandatangani kesepakatan yang merampas hak-hak rakyat.” Mereka tidak membawa senjata, tapi berdasi dan berbicara manis, menyembunyikan racun di balik kata-kata manis.

Mereka tidak menyerang, tapi menandatangani kontrak yang mengikat negeri ini dalam jeratan utang dan kepentingan asing. Mereka tidak berteriak, tapi diam-diam menjual aset-aset negara, meninggalkan rakyat dalam kesengsaraan.

Pengkhianatan hari ini tidak lagi berdarah, tapi berlapis kebijakan yang disamarkan sebagai pembangunan, disulap menjadi investasi yang hanya menguntungkan segelintir orang. Rakyat menjerit dalam sunyi, sementara mereka bersulang dalam istana, menikmati kekayaan yang dirampas dari tangan rakyat.

Yang lebih berbahaya dari peluru adalah senyuman palsu para pemangku kekuasaan, yang berjanji untuk melindungi rakyat, tapi sebenarnya hanya melindungi kepentingan mereka sendiri. Di balik janji, tersembunyi persekongkolan panjang dengan penderitaan rakyat.

Dan negeri ini… terus bocor oleh mereka yang mengaku setia, tapi sebenarnya hanya setia pada kekuasaan dan kekayaan. Mereka adalah pengkhianat modern, yang harus dipertanggungjawabkan atas kejahatan mereka terhadap rakyat dan negeri ini.

Kita harus membuka mata dan hati kita, untuk melihat kebenaran yang tersembunyi di balik kata-kata manis dan senyuman palsu. Kita harus bersuara, untuk menghentikan pengkhianatan ini, dan memperjuangkan keadilan dan kebenaran bagi rakyat dan negeri ini Yg munafik