
Oleh: H.Imam Kusnin Ahmad SH. Wartawan Senior dan Aktivis PW ISNU Jawa Timur.
BAYANGKAN Jakarta dipenuhi oleh suara-suara yang merdu membaca Al-Qur’an, tangan dan jari lentik menggambar poster kreatif, dan pikiran-pikiran yang tajam mempresentasikan ide-ide brilian tentang Pendidikan Agama Islam (PAI). Itulah gambaran Olimpiade dan Semarak Lomba PAI Nasional 2025 yang berlangsung pada 30 November – 2 Desember 2025.
Ajang nasional ini bukan hanya tentang persaingan, melainkan juga panggung di mana talenta terbaik dari seluruh nusantara bersatu, menunjukkan dedikasi, dan membuktikan bahwa PAI bisa dinikmati dengan penuh kreativitas dan semangat.
Siapa sangka, dari ratusan peserta yang berjuang, provinsi Jawa Barat berhasil meraih gelar Juara Umum dengan dominasi yang mengagumkan.
Pada malam penutupan Selasa (2/12/2025), Kementerian Agama resmi mengumumkan para pemenang ajang ini. Jawa Barat membuktikan keunggulannya dengan meraih prestasi di berbagai kategori lomba, mulai dari jenjang PAUD /TK hingga SMA/SMK, serta kategori guru, pengawas, dan mahasiswa. Setiap cabang lomba menjadi panggung untuk menampilkan kecakapan yang beragam – dari membaca Al-Qur’an (MHQ), membaca puisi agama (MTQ), membuat poster, mencipta dan menutupi lagu, membuat konten video kreatif, berpidato, hingga olimpiade akademik PAI dan lomba sarana ibadah sehat di sekolah.
Acara ditutup oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama,Prof. Kamaruddin Amin, yang menyampaikan salam dan pesan dari Menteri Agama yang berhalangan hadir karena memenuhi undangan Raja Arab Saudi sebagai salah satu pengarah Masjid Nabawi.
Ptof. Kamaruddin Amin yang juga Ketum ISNU ini memberikan apresiasi mendalam kepada para gubernur, wali kota, jajaran pemerintah daerah, panitia, dan pendidik yang telah berkontribusi besar untuk kemajuan PAI di Indonesia.
Hal senada juga disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof.Amien Suyitno. Ia menekankan apresiasi kepada para peserta dari wilayah yang terdampak bencana, seperti Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Kehadiran mereka adalah bentuk pengabdian yang luar biasa dan pantang menyerah,” ujarnya.
Benar saja, talenta dari daerah tersebut juga menunjukkan prestasi gemilang – seperti Habibul Hamiz dari Aceh yang meraih Juara I MTQ SMP, serta Zahirah Alifah dari Aceh yang menjadi Juara I konten video kreatif SMP.
Di antara daftar pemenang yang mencolok, beberapa nama dan institusi berhasil mencuri perhatian. Di cabang MHQ TK/PAUD, Qiana Annasya dari TK Islam Terpadu Latansa Jawa Barat meraih Juara I. Untuk MTQ SD, Muh. Zaky Irsyad Batuta dari NTB memimpin peringkat, sementara Muhammad Alvino Dinofa Tirta Atmaja dari Banten menjadi Juara I MTQ SMA/SMK.
Di cabang poster, Azwita Maharani dari SMAN 1 Dayeuhkolot Jawa Barat meraih Juara I SMA/SMK, sedangkan di konten video kreatif, Alisa Rahma dari SMK Al-Wafa Jawa Barat juga menjadi Juara I SMA/SMK.
Kategori pendidik dan mahasiswa juga tidak kalah menarik. Fatma Anindya dari Jawa Tengah menjadi Juara I Guru PAI, sedangkan Lia Nurmalia dari Kemenag Kota Sukabumi Jawa Barat meraih Juara I Pengawas PAI. Untuk mahasiswa, Syifa Imani Balqis dari Bali menjadi Juara I PTU, dan Rahmad Aidil Fikri dari Sumatra Barat memimpin peringkat konten video kreatif mahasiswa. Di cabang sarana ibadah sehat – sekolah, SDN 03 Menteng Jakarta Pusat meraih Juara I, diikuti SMPN 107 Jakarta Selatan dan SMA 113 Jakarta Timur.
Olimpiade akademik PAI juga menghasilkan pemenang berkwalitas: Muhammad Adrian Zafran dari DKI Jakarta (Juara I SD), Nur Asyifa Safitri dari Bangka Belitung (Juara I SMP), Qurrotun Qalbina Panggabean dari Sumatra Utara (Juara I SMA/SMK), dan Fatya Eka Nurfaizah dari DIY (Juara I Mahasiswa).
Semua ini membuktikan bahwa potensi talenta PAI tersebar merata di seluruh pelosok negeri.
*Terus Bersinar, Bunga-bunga PAI Indonesia.*
Olimpiade PAI Nasional 2025 bukan hanya tentang juara dan medali – ia adalah cerminan semangat bangsa yang penuh harapan dan kreativitas. Jawa Barat yang meraih Juara Umum, dan selamat untuk semua pemenang yang telah membuktikan kemampuannya.
Yang paling penting, kita harus merayakan semangat juang yang ditunjukkan oleh setiap peserta – terutama mereka dari daerah terpencil dan terdampak bencana – yang telah membuktikan bahwa jarak dan kesulitan tidak bisa menghalangi bakat bersinar.
Semoga ajang ini menjadi awal bagi generasi muda Indonesia untuk terus mendalami PAI dengan penuh semangat, kreativitas, dan kebahagiaan, sehingga mereka bisa menjadi penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berdaya saing.****
