
Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Ketika menyamakan antara pasangan Materi-Energi dan Mal-Amal maka terasa ada kejanggalan. Hal ini memang benar ada kejanggalan sebab beda dimensi atau kerangka kerja. Materi-Energi dalam kerangka sains sedangkan Mal-Amal dalam kerangka feqih. Artikel ini menjelaskan perbedaan ini.
Ketika membahas Materi-Energi maka kita harus mengunakan kerangka sains. Kerangka sains adalah kerangka atau wadah yang hanya menggunakan pijakan filsafat ontologi (entitas substansi objek ilmu) dan epistimologi (bentuk kemasan menjadi dokumen ilmu). Sains tidak atau belum ada keterikatan dengan nilai filsafat metafisika dalam hal ini norma atau dogma agama.
Sedangkan kerangka feqih, yang dipakai wadah bahasan Mal-Amal, adalah wadah yang berdasarkan ilmu filsafat lengkap 4 komponen. Empat komponen filsafat tersebut secara berurutan adalah: 1. Ontologi 2. Epistimologi 3. Aksiologi (nilai umum seperti nilai ekonomi ), dan 4. Metafisik (dogma agama, seperti halal haram).
Jadi kesamaan pasangan Materi-Energi dengan Mal-Amal adalah sebuah pendekatan yang tidak persis sama seratus persen. Tetapi pendekatan ini sangat bisa diterima dalam rangka untuk memudahkan pemahaman secara global atau holistik keberadaan ilmu. Pendekatan tersebut akan semakin bisa persis apabila sains diwadahi dalam 4 komponen filsafat ilmu seperti yang dijelaskan tersebut.
Sekarang menjadi gamblang bahwa sains belum atau tidak melibatkan basis atau dasar nilai agama (metafisika) bahkan nilai umum juga masih sedikit dan baru memulai seperti standar keindahan. Dengan mengacu keinginan memahami ilmu secara holistik, maka mestinya harus ada kesamaan antara wadah sains dan wadah feqih. Dengan demikian sains yang harus legowo mau merubah basisnya yakni mekengkapi basis Aksiologi dan Metafisika.
Perihal perubahan basis sains ini sudah barang tentu bukan masalah kecil. Tetapi sebesar apapun apabila kita sadar dan itu harus ditempuh, insyaAllah cepat atau kurang cepat akan tercapai aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya,
16 Jumadil Akhir 1447
atau
06 Desember 2025
m.mustain
