
.Syaikh Junaidi Al Betawi asli kelahiran Pekojan anak BETAWI yang dilupakan (mungkin oleh masyarakat BETAWI sendiri). Mengapa demikian? Berikut ini laporan Pemred menaramadinah.com Husnu Mufid :
Di Jakarta dulu ada seorang ulama pribumi yang cukup terkenal. Beliau bernama Syekh Junaidi Al Berawi. Tidak mau bekompromi dengan Belanda. Juga tidak mau bersahabat dengan para Habib Baalawi yang menjadi antek Penjajah Belanda.
Syaikh Junaidi Al Batawi memiliki peran penting bersama muridnya yaitu IMAM NAWAWI Tanara Banten dalam menyuarakan anti kolonial Belanda di Nusantara.
Tokoh sentral dari luar negeri yaitu di HIJAZ atau Arab Saudi yang menjadi sasaran tembak buronan oleh HABIB USMAN bin YAHYA Mufti Batavia yang saat itu Batavia bagian dari kesultanan Banten dengan berhasil diduduki Belanda.
Syaikh Junaidi Al Batawi membangun komunitas ulama Nusantara bersama pelajar. di HIJAZ sebagai gerakan intelektual Nusantara yang anti kolonial.
Surat surat Imam Nawawi Tanara Banten bersama Syaikh Junaidi Al Batawi menentang kebijakan MUFTI HABIB USMAN bin YAHYA masih tersimpan di arsip Nasional sebagai bukti perjuangan mereka melepaskan diri dari kolonialisme.
Cukup banyak muridnya di Baravia. Oleh karena itu. Syaikh Junaidi Al Batawi
imam Haromain bergetar GURU PARA GURU semoga abadi terukir di dalam sejarah perkembangan kemerdekaan Indonesia.
Sedangkan Imam Nawawi Al Bantani lebih memilih tinggal di Makkah untuk belajar agama. Juga mengajarkan ilmu agama Islam. Karena di Batavia Habib Baalawi pimpinan Habib Utsman Bin Yahya menjadi bagian dari penjajah Belanda. Dibuktikan bersedia menjadi Mufti Batavia.
Hingga akhir hayatnya Syekh Junaidi Al Betawi menolak bersahabat dengan Habib Baalawi pimpinan Habib Usman Bin Yahya.
Sedangkan Imam Nawawi menolak menjadi Mufti Batavia dan Penghulu Batavia. Karena Belanda menggunakan politik agama untuk menghancurkan para Kiai dan Ulama di Banten dan Batavia.
