بسم الله *Sembahlah Tuhanmu Sampai Mati*

 

Prof Mahmud Mustain,
Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Sungguh perintah dalam judul itu sangat serius. Artikel ini menjelaskan bagaimana tingkat keseriusan perintah menyembah Tuhan.

QS. Al‑Ḥijr (15:99) secara eksplisit dan gamblang menyebutkan tentang perintah menyembah tuhanmu, yakni:

*وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ*

Arti (Terjemahan Indonesia)
_”Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu kematian (al‑yaqīn).”_
_(Dalam beberapa terjemahan: “…sampai datang kepadamu keyakinan (kematian).”)_

Tafsir Ringkas dari Ulama Besar Dunia menjelaskan antara lain (Modified Meta AI, 2025):
1. Tafsir Al‑Jalalain (Jalaluddin al‑Mahalli & Jalaluddin as‑Suyuti)
“Sembahlah Tuhanmu” diberikan rincian perintah berupa Lakukan ibadah dengan ikhlas dan istiqamah.
“Sampai datang kepadamu al‑yaqīn”,_Al‑yaqīn_ diartikan kematian, karena kematian adalah sesuatu yang pasti (yaqīn) datangnya.
Maksudnya Ibadah tidak boleh berhenti sebelum ajal menjemput.

2. Tafsir Ibnu Katsir
Mengutip hadits: “Sungguh, amal (yang diterima) itu tergantung pada akhir (hayat)nya.” (HR. Bukhari & Muslim).
Ayat ini menjadi peringatan agar istiqamah dalam ibadah hingga akhir hayat, karena tidak ada yang tahu kapan kematian tiba.
Yaqīn di sini bermakna kematian, karena itulah kepastian yang pasti bagi setiap jiwa.

3. Tafsir Quraish Syihab (Tafsir Al‑Misbah)
Menekankan kontinuitas ibadah, bukan hanya pada saat semangat atau sehat.
“Al‑yaqīn” bisa dipahami sebagai keyakinan yang sempurna (kematian), yaitu ketika ruh telah mencapai kepastian bertemu Allah.
Ayat ini mendorong kesabaran dan konsistensi dalam beribadah, tidak terputus karena dunia.

4. Tafsir Al‑Baghawi (Ma‘ālim at‑Tanzil)
Menyatakan bahwa ibadah mencakup: shalat, puasa, haji, dzikir, berbuat baik kepada sesama. Sedangkan sampai datang kematian menunjukkan bahwa umur manusia adalah waktu yang terbatas untuk beramal.

Poin besar artikel ini adalah diinspirasi dari pesan Utama Ayat, yakni:
1. Istiqamah dalam beribadah hingga akhir hayat.
2. Kematian adalah kepastian (yaqīn) yang tidak bisa dihindari, jadi persiapkan amal.
3. Jangan menunda ibadah dengan alasan masih muda atau sehat, karena ajal tidak menunggu semua itu.

Dengan demikian begitu serius perintah menyembah Tuhan. Hal ini ditandai dengan dikaitkannya dengan kematian, yaitu satu peristiwa terbesar di dunia ini. Alhasil, mari kita ambil manfaat peringatan ayat tersebut sehingga kita bisa lebih meningkatkan lagi ibadah kita. Semoga bisa demikian aamiin.

Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya,
14 Jumadil Akhir 1447
atau
04 Desember 2025
m.mustain