
Oleh : H.Imam Kusnin Ahmad,SH. Mantan Wartawan Jawa Pos.

SEKRETARIS Jenderal Liga Muslim Dunia (Rabithah al-Alam al-Islami/MWL) sekaligus Ketua Dewan Ulama Senior Dunia Islam, H.E. Sheikh Dr. Muhammad bin Abdul Karim al-Issa, telah menyampaikan apresiasi mendalam kepada dua organisasi Islam besar Indonesia yang juga merupakan sayap negara, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Pujian tersebut diberikan saat masing-masing ormas melakukan kunjungan ke kantor pusat MWL di Riyadh, Arab Saudi.
Kunjungan Nahdlatul Ulama (02 Juni 2025) dan Poin yang Dibahas
Kunjungan pertama dilakukan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf beserta rombongan pada Selasa (02/06). Pada kesempatan itu, Sheikh al-Issa menyatakan,”Kami sangat berbangga dengan keberadaan Nahdlatul Ulama dan mengapresiasi peran serta kiprahnya yang luar biasa besar bagi dunia internasional dan kemanusiaan,” kata Sheikh Dr. Muhammad bin Abdul Karim al-Issa saat itu.
*Beberapa poin khusus yang dibahas dalam pertemuan ini antara lain:*
1. Apresiasi terhadap peran NU dalam bidang kemanusiaan dan dunia internasional.
2. Kemitraan strategis MWL-PBNU yang telah terjalin dan nilainya yang luar biasa besar.
3. Evaluasi dan pengingat agenda sukses KTT R-20 di Bali (November 2022) sebagai bagian dari KTT G-20, beserta pembuatan buku hasil KTT dalam 3 bahasa (Inggris, Arab, Indonesia).
4. Harapan pengembangan kemitraan dengan mengadakan program dan agenda baru di masa depan.
5. Pemaparan inisiatif internasional PBNU pasca R-20, antara lain ASEAN IIDC (Agustus 2023, Jakarta), R-20 ISORA (November 2023, Jakarta), dan Konferensi Internasional Humanitarian Islam (November 2024, Jakarta).
Kunjungan Gus Yahya didampingi oleh para pejabat PBNU dan perwakilan KBRI Riyadh, termasuk Dr. H. A. Ginanjar Sya’ban (Wakil Sekretaris Jenderal PBNU), H. Achmad Ghufron Siraj (Wakil Ketua Umum GP Ansor), dan sejumlah staf KBRI.
Kunjungan Muhammadiyah (01 Desember 2025) dan Poin yang Dibahas
Setelah itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir bersama rombongan melakukan kunjungan pada Senin (01/12). Pada pertemuan ini, Sheikh al-Issa menekankan apresiasi atas kiprah Muhammadiyah yang konsisten dalam dakwah pembinaan akidah dan akhlak, serta memajukan bidang muamalah seperti pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi.
“Muhammadiyah adalah organisasi Islam yang besar, dengan usaha-usaha dakwah yang besar pula, berasal dari negeri Muslim terbesar. Indonesia sendiri merupakan negeri yang besar dan memiliki peran penting di dunia Islam,” tegasnya.
*Poin khusus yang dibahas antara lain:*
1. Apresiasi terhadap kiprah Muhammadiyah dalam dakwah akidah-akhlak dan pengembangan bidang muamalah.
2. Pengakuan peran Indonesia sebagai negeri Muslim terbesar yang memiliki peran penting di dunia Islam.
3. Pembahasan anugerah Zayed Award 2024 yang diterima Muhammadiyah sebagai cerminan kontribusi besarnya di tingkat nasional dan global.
4. Dukungan MWL terhadap Islam wasathiyah Muhammadiyah sebagai tanggapan terhadap tantangan global seperti Islamofobia.
5. Harapan peningkatan kerja sama antara Muhammadiyah dan MWL dalam menjawab tantangan zaman yang kompleks.
6. Pendekatan Muhammadiyah dalam menghadapi Islamofobia melalui cara kultural dan edukatif, menampilkan Islam sebagai agama cinta damai.
Haedar Nashir merespons dengan mengucapkan terima kasih dan berharap kerja sama antara Muhammadiyah dan MWL dapat terus ditingkatkan untuk menjawab tantangan dunia yang semakin kompleks.
Pertemuan kedua ormas besar Indonesia dengan Sheikh Dr. Muhammad bin Abdul Karim al-Issa menunjukkan bahwa NU dan Muhammadiyah memiliki peran global yang diakui dan dihargai oleh lembaga Islam internasional seperti MWL.
Kedua pertemuan juga menekankan konsistensi dalam mempromosikan nilai-nilai moderasi Islam (Humanitarian Islam dan Islam wasathiyah) sebagai solusi terhadap tantangan global seperti Islamofobia.
Selain itu, pertemuan tersebut memperkuat kemitraan strategis antara MWL dengan NU dan Muhammadiyah, dengan harapan akan terwujud lebih banyak program kolaboratif di masa depan yang menguatkan ukhuwah Islamiyah dan kontribusi Indonesia di panggung dunia Islam.****
