
Lumajang — Tim Emergency Medical Rescue SPINE (EMR SPINE) bersama Departemen Pengabdian Masyarakat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (BEM FK UWKS) turun langsung membantu warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (30/11/2025). Sebanyak 12 relawan diberangkatkan sejak pagi hari untuk memperkuat upaya tanggap darurat di lokasi bencana.
Setibanya di Posko Siaga Bencana Pronojiwo, tim segera melakukan koordinasi dengan petugas dan menyerahkan donasi yang dihimpun melalui aksi penggalangan dana yang dilakukan bersama EMR SPINE dan BEM FK UWKS. Total bantuan yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp 2.080.000, yang kemudian diwujudkan dalam bentuk kebutuhan darurat bagi para pengungsi, seperti perlengkapan kebersihan, makanan siap saji, obat-obatan esensial, serta kebutuhan bagi bayi dan lansia.
Ketua Umum EMR SPINE, I Kadek Setya Pratisthita, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap kondisi warga yang terdampak. “Kami berharap bantuan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang sedang mengalami masa sulit. Semoga para penyintas dapat segera pulih dan dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Usai menyerahkan bantuan, para relawan bergerak menuju titik pengungsian di SMPN 02 Pronojiwo, yang menjadi pusat penampungan warga dari berbagai dusun terdampak. Tim disambut Koordinator Posko dan langsung melakukan identifikasi kebutuhan kesehatan para pengungsi. Selama berada di lokasi, mahasiswa kedokteran UWKS memberikan pelayanan medis dasar, mulai dari pemeriksaan umum, penanganan keluhan ringan, edukasi kesehatan, hingga dukungan psikososial.
Selain layanan kesehatan, tim juga menggelar kegiatan trauma healing untuk membantu mengurangi kecemasan para pengungsi, terutama anak-anak. Aktivitas ini dilakukan melalui permainan edukatif dan pendampingan psikologis sederhana yang dinilai dapat membantu stabilisasi kondisi emosional penyintas dalam situasi darurat.
Kehadiran mahasiswa kedokteran di tengah para pengungsi mendapat apresiasi dari relawan lokal dan pengelola posko, yang menilai bahwa dukungan tenaga medis muda sangat membantu memperkuat pelayanan kesehatan dasar di lapangan. Aksi ini menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung penanganan bencana serta menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki peran strategis dalam mempercepat proses pemulihan masyarakat di daerah rawan erupsi.
Kegiatan kemanusiaan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi kelompok mahasiswa lain untuk turut terlibat dalam upaya penanggulangan bencana di Indonesia, sekaligus memperkuat solidaritas dan kepedulian antarsesama di saat krisis. (SDS)
