IAI At-Taqwa Bondowoso Gelar Wisuda Bersejarah: 250 Sarjana S1 dan 45 Magister Pertama, Menuju Status Universitas

Bondowoso, 29 November 2025 – Institut Agama Islam (IAI) At-Taqwa Bondowoso sukses menggelar Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka wisuda di Gedung At-Taqwa Islamic Center (AIC).

Acara yang didahului penampilan kesenian Islami ini berlangsung khidmat dan dihadiri ratusan tamu undangan, termasuk wali mahasiswa, tokoh pendidikan dari Bondowoso hingga Jawa Timur, Ketua NU, Ketua MUI, Bupati Bondowoso, anggota DPRD, pimpinan sekolah, kampus tetangga, yayasan, bank pendukung, serta perwakilan YDSF.

Wisuda kali ini istimewa karena meluluskan 250 sarjana strata 1 (S1) dan 45 magister pertama IAI At-Taqwa, sekaligus menjadi wisuda dengan peserta terbesar di Tapalkuda. Rektor IAI At-Taqwa, Dr. Suheri, M.Pd.I, membuka acara dengan pesan inspiratif.

“Wisuda bukan akhir perjalanan akademik, melainkan awal sejarah untuk belajar lebih banyak, membuktikan diri, dan mengimplementasikan ilmu,” tegasnya. Ia menekankan bahwa gelar tinggi tak berarti tanpa manfaat bagi keluarga, lingkungan, dan Bondowoso.

Di akhir sambutan, Dr. Suheri memohon doa agar ini menjadi wisuda terakhir IAI At-Taqwa, karena kampus berharap naik status menjadi universitas pada 16 Januari 2026. Ia juga mengibaratkan institusi ini sebagai “pohon tinggi yang menguatkan akarnya di tanah, berpegang pada muassis dan ulama.”

Dr. Ahmad Fauzi, M.Pd.I, Koordinator Wilayah IV KOPERTAIS Jatim dan Pusat Integrasi Keilmuan LPM UIN Sunan Ampel Surabaya, memuji komitmen mutu IAI At-Taqwa. “Kampus ini berkomitmen tinggi pada kualitas lulusan, didukung pengajar dan staf luar biasa,” ujarnya.

Sementara Ketua Yayasan Attaqwa, Drs. Imam Barmawi Burhan, mengapresiasi jajaran Rektorat yang berhasil mengantarkan lulusan, serta pesan kepada wali murid: “Rizki kita banyak, tidak harus berupa harta benda tetapi anak anak kita yang sholih dan sho;ihah merupakan harta yang tidak ternilai.”

Puncak acara ditandai pidato ilmiah Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, M.Ag, yang menegaskan wisuda sebagai “awal babak baru penuh tantangan dan peluang”.

Ia mendorong lulusan berintegritas, berpengabdian, dan berkontribusi nyata. Bupati merefleksikan fondasi peradaban: keseimbangan intelektualitas dan spiritualitas. “Bondowoso kaya pesantren dan lembaga Islam; sinergi ini harus diperkuat untuk kemajuan daerah”.
Wartawan kami menemui salah satu wisudawati berprestasi, Lepisa Saharani (IPK 3.99, wisudawati terbaik kedua dengan selisih 0,02) berbagi cerita inspiratif.

Dia adalah lulusan pertama MI At-Taqwa yang lanjut ke SMPN 1 Bondowoso, kemudian melanjutkan mpmdok di PP Darul Ulum Jombang, dan S1 Teknik Industri UB Malang cumlaude, kini mengajar di MTs At-Taqwa. Prestasi lainnya adalah dia sering mewakili MTQ Bondowoso diberbagai kejuaraan. Ustadzah berputra tiga ini mengungkapkan kebahagiaanya dengan menyampaikan sekarang menjadi lulusan pertama lagi, semoga IAI Attaqwa segera menjadi universitas dan nanti saya akan menjadi doktor yang pertama ungkapnya sembari tertawa.

Rangkaian ditutup penyerahan penghargaan bagi lulusan berprestasi akademik-nonakademik, menandai langkah awal generasi muda berkarya bagi Bondowoso dan bangsa. elfasekar