
Selamat Datang NU Garis Lurus.
Mbah Guru Rifai*
Opini tentang akan munculnya kelompok NU Garis Lurus sebagai di tengah ‘gonjang-janjing PBNU’ bukan hal yg mustahil atau sekadar pemikiran ‘gambling’. Fenomena akan hadirnya kekuatan baru itu sejak lama ada dan banter saat pascakepemimpinan PBNU di bawah Prof.K.H. Agiel Siradj.
Lagi-lagi persoalannya seputar ketidakpuasan publik NU dari tokoh-tokohnya melihat NU diperankan sebagai kendaraan untuk mencapai tujuan jangka pendek: dagangan politik dan semangat membangun reputasi pribadi, kelompok dan keluarganya.
Tidak hanya timbulnya kecemburuan saja tapi ada penilaian bahwa NU telah keluar dari rel idealisme organisasi tak terhindarkan. Aktivis dan tokoh-tokoh intelektual NU memanfaatkan berbagai konflik di internal NU hari ini sebagai bentuk keprihatinan dan upaya penyelamatan minimal menjaga muruah dan citra NU adalah menggalang kekuatan dengan membangun rel baru yang selaras dengan cita-cita awal NU didirikan oleh para muasis 1926.
Pengalaman sejarah panjang NU di Republik ini kenyang dengan berbagai kondisi perkembangan dinamika sosial politik mulai zaman Orla, Orba dan Orde Reformasi hari ini.
Pada setiap perubahan-perubahan besar di negeri ini NU sebagai Ormas terbesar selalu ada dan bagian kesertaan dalam solusi. Hari ini harusnya NU ada di era keemasan di usia peringatan 100 tahun samsiah, masalah sedang dihadapkan dengan ujian konflik internal yg parah. Alternatif munculnya kekuatan baru gerakan NU Garis Lurus bukan isapan jempol manakala tokoh-tokoh formal hari ini gagal mengambil kebijakan-kebijakan yang bisa diterima semua pihak. Sekadar prediksi awam saya melihat peluang itu ada setidaknya bisa mengalihkan pandangan alternatif solusi bagi publik pendukung fanatik NU dari tontonan ruwet PBNU hari ini.
Selamat datang NU GL, Nahdlatul Ulama Garis Lurus, semoga kehadiranmu tidak menggenapi keadaan melainkan alternatif solusi cerdas keluar dari keruwetan NU hari ini. Syarat-syaratnya harus dipenuhi; pemegang kendali lokomotifnya bermoral, berintegritas berkapasitas yang mumpuni, sehingga bisa membawa gerbong dengan ragam penumpangnya bisa aman dan nyaman sampai tujuan. Pastikan rem pakem dan terompet bel klakson fungsi dengan baik, kecepatan terukur, dst. Doaku menyertaimu.
Mbah Guru Rifai, aktivis PMII era 80an. Asal Genteng, Banyuwangi.
