
Prof Mahmud Mustain,
-Ketua PC-ISNU I Surabaya
-Ketua PW-ISNU II Jatim
-Guru Besar Teknik Kelautan ITS
ISNU (Ikatan Sarjana NU) adalah salah satu organisasi otonom yang berinduk pada NU. Dari segi nama ISNU merupakan kumpulan Sarjana dalam wadah di bawah naungan NU. Artikel ini menjelaskan bagaimana idealnya ISNU berada dan berkontribusi terhadap NU.
Bila mengacu pada ART ISNU tentang keanggotaan ISNU, bahwa alumni pondok pesantren juga bisa diakomodasi dalam keanggotaan ISNU. Meskipun hal ini dulu saat berdiri belum ada standar konversi santri atau alumni pondok pesantren yang bagaimana yang bisa setaraf dengan sarjana. Setelah ada ma’had Ali menjadi jelas bahwa lulusan ma’had Ali bisa setaraf dengan sarjana pada umumnya.
Apabila ada pendekatan kasar bahwa LBM-NU (Lembaga Bahsul Masail-NU) sebagai laboratorium ilmiah NAQLIYAH, maka ISNU sebagai Laboratorium ilmiah AQLIYAH. Pendekatan ini untuk mempermudan ISNU dalam menempatkan diri pada salah satu potensi bisa mengabdi dalam induk NU. Jadi apabila NU memerlukan solusi ilmiyah yang sifatnya seperti di Perguruan Tinggi dan Lembaga Penelitian pada umumnya, maka ISNU selayaknya bisa menyelesaikan.
Celah potensi pengabdian ini adalah luar biasa besarnya bila bisa dilakukan. ISNU ke depan bisa menjadi satu banom yang menjadi andalan NU. ISNU bisa menjadi Think-Tank dalam membuat rencana dan kebijakan strategis ke-depan. Secara analisa logika profesional ISNU bisa menjadi lembaga perencana nasional-nya NU seperti pemerintah punya Bapenas.
Hal tersebut tidak berlebihan tetapi obsesi atau keinginan yang wajar dan terjangkau (Taroji bukan Tamanni). Sebab SARJANA tidak didefinisikan hanya strata pertama atau S1 tetapi juga meliputi S2, S3, dan Profesor atau Guru Besar. Sedangkan sekarang warga NU yang sudah berpendidikan S3 dan Profesor sudah banyak, apa lagi proyeksi ke-depan insyaAllah jelas akan tumbuh eksponensial.
ISNU saat berdiri dibanding dengan sekarang yang sudah berusia 26 tahun seperempat abad lebih, sungguh berpontensi jauh lebih besar. Hal ini sangat menggembirakan dari segi kuantitas. Sambil terus membesarkan kuantitas, mari penerus perjuangan pengurus sekarang dan kedepan tambah konsentrasi peningkatan kualitas yakni berbasis dominan ilmiyah aqliyah.
Memang disiplin ilmu di ISNU bersifat bunga rampai yakni sebaran bidang keahlian ilmu sangat luas, tetapi tidak masalah. Hal ini justru merupakan daya tarik supaya semua alumni PT dan pesantren bisa diterima. Jangan sampai warga Nahdliyyin ditampung organisasi lain di luar NU.
Penulis ingat saat menjadi ketua PW-ISNU Jatim (Setelah Periode Ketuanya Prof Shonhaji Sholeh) sudah pernah mimpi insyaAllah ke-depan bisa berperan besar seperti Bapenas di NU. ISNU harus bisa membackup NU dalam urusan Ilmiyah Aqliyah. InsyaAllah bisa sebab Resource-nya tersedia, putra-putri nahdliyyin terus meningkat yang juga mengenyam pendidikan umum. Semoga bisa demikian aamiin.
Selamat ber-HARLAH ISNU ke-26 Semoga semakin JAYA aamiin.
Semoga pinaringan manfaat barokah selamat aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya,
28 Jumadil Ula 1447
atau
20 November 2025
m.mustain
