Sarapan Pagi Kesadaran

By : Dr.Ir. HADI PRAJOKO SH, MH Ketum PP HPK.

Kita sering melihat wajah wajah para pemimpin rohani dg sugesti kesucian tetapi sebenarnya penuh dengan kepalsuan, spiritual palsu sering digunakan untuk memanipulasi masyarakat, sehingga penting untuk selalu mawas diri.

Agama terlalu sering dibungkus retorika, janji janji kebahagiaan setelah mati, dan bertolakbelakang dg fakta sosial, seakan akan kesalehan bisa diukur dari seberapa lantang seseorang berbicara tentang harapan indah dari Tuhan Padahal, nilai agama justru terbaca dari hal-hal sederhana: bagaimana kita memperlakukan sesama, tolong menolong kepada sesama, gotong royong, hormat menghormati dan bagaimana kita jujur pada hidup, ber-prilaku kebajikan, ketauladanan sosial serta bagaimana kita adil meski tak ada yang melihat. Seperti kata *Leo Tolstoy* ; agama sejati bukan soal bicara, melainkan soal prilaku, Ketauladanan sosial, tetapi mereka yg menyebutkan dirinya para spiritual suci, wakil Tuhan didunia, dengan sangat mudah menjual’ Tuhan untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Rahayu sekaring Bawana langgeng