
Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS
Sudah sama kita fahami bahwa berpecah belah adalah suatu bencana besar. Sebaliknya persatuan adalah suatu nikmat yang sangat besar. Sehingga upaya membangun persatuan adalah perbuatan yang baik. Sebaliknya upaya memecah belah adalah perbuatan yang buruk. Ada ayat yang terkait dengan perihal ini, yakni QS Ali-Imran: 105;
وَلَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ تَفَرَّقُوا وَاخْتَلَفُوا مِن بَعْدِ مَا جَاءَهُمُ الْبَيِّنَاتُ ۚ وَأُولَٰئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
“Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih setelah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.” Artikel ini mengkritisi kata berpecah-belah dan berselisih.
Sekiranya telah disepakati oleh akal sehat bahwa setiap makhluq yang bernyawa pasti menginginkan hidup yang tentram damai dan sejahtera. Kondisi ini hanya bisa dibangun dengan adanya persatuan. Persatuan hanya bisa dibangun dengan adanya perkumpulan. Perkumpulan hanya bisa terbentuk dengan adanya kemampuan dan kemauan yang sama. Artinya orang yang tidak mau berkumpul ya berarti belum bisa memahami atau memperoleh petunjuk atau hidayah.
Kata kunci membangun persatuan adalah mau berkumpul. Hal ini bermaksud membangun potensi yang lebih besar. Sebenarnya sebelum mewujudkan potensi yang besar ini sudah ada keberhasilan besar yakni mau berkumpul, dalam arti tidak terpisah atau terpencar. Sungguh kemampuan dan kemauan berkumpul itu satu modal dasar yang sangat besar nilainya.
Sampai ada bukti bahwa berkumpul itu penting, maka Allah SWT memberikan ancaman bagi orang yang tidak mau berkumpul apalagi berpecah belah. Allah SWT mengancam dengan siksaan yang pedih, tertera dalam QS Ali-Imron 105. Sekali lagi, sangat pentingnya berkumpul, kita bisa melihat ayat tersebut ولا تكونوا كالذين تفرقوا واختلفوا “janganlah kamu *seperti* orang yang bercerai berai dan berselisih…”.
Kata seperti, itu artinya tidak melakukan baru seperti atau menyerupai. Ini artinya bercerai berai dan berselisih itu teramat sangat tidak boleh atau sangat dilarang. Sebab hal itu merupakan biang-keroknya peperangan dan kerusakan. Mari kita camkan ini, supaya masing-masing kita ikut berperan dalam membangun perdamaian dan kesejahteraan dunia. Jangan lupa sekecil apapun kita dan peran kita adalah bagian dari dunia.
Semoga manfaat barokah selamat aamiin.
🤲🤲🤲
Surabaya,
21 Jumadil Ula 1447
atau
13 November 2025
m.mustain
