
By : KH. Ahmad bin KH. Hasyim MA.9
Seorang yang kelit badannya semakin keriput dan tambah kurus dari raut wajahnya seolah terlihat ada tekanan berat yang mengganjal dalam dirinya berdiri memegang mick di dalam Masjid Jami’ Baitul Atiq, Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan. Padahal di ketahui dahui ia terlihat sangat segar bugar penuh kewibawaan tinggi.
Ia pun dalam ceramahnya penuh ke-putus asa-an sehingga terucap darinta kalimat kontroversi yaitu, “yang membawa pentungan di taruh dulu pentungannya” dan “bagi yang tidak mempercayai kami sebagai dzuriyah Nabi SAW tidak apa-apa”
Ia adalah Habib Taufiq Assegaf yang adalah ketua Rabithah Alawiyah (RA) lembaga pencatat nasab Klan Ba’alwi yang mengkliam terbung ke Nabi SAW, namun setelah di teliti secara ilmiyah ternyata tertolak bahkan menurut uji genetik Habaib Ba’alwi keturunan dari Yahudi Ashkenazi Khazarian. Ia terpilih secara aklamasi pada Desember 2021 untuk menggantikan Habib Zen bin Smith.
Juga merupakan pemimpin pondok pesantren Suniyyah Salafiyah Pasuruan pernah aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama Jawa Timur. Belakangan di ketahui ia mengatakan tidak pernah mengenyam pendidikan di pondok pesantren manapun, videonya sempat viral dan menjadi perbincangan publik sampai detik ini.
Dalam pernyataan “yang membawa pentungan di taruh dulu pentungannya” ini sangatlah aneh karena konsep kegiatan pada tanggal 10 Nov 2025 tersebut adalah acara Ziarah Qubro makam Serambi Winongan. Dimanapun entah di dalam maupun luar negri dari muslim maupun non muslim ketika akan berziarah kubur ke makam di pastikan membawa kembang/bunga dan wewangiyan. Lah gerombolan ini malah membawa pentungan..?? Ada apa..??
Alam pun murka menurunkan hujan badai disertai petir yang menggelegar karena melihat tingkah dan polahnya Habaib Ba’alwi yang memanipulasi kesucian amaliyah ziarah kubur untuk mempertahankan kesombongan demi memulihkan otoritas ke-agama-annya berbasis nasab palsu yang sudah runtuh permanen.
Yang lebih mengejutkan darinya adalah ungkapan yang tersiar secara live ke publik pada acara tersebut “bagi yang tidak mempercayai kami (Habaib Ba’alwi) sebagai dzuriyah Nabi SAW tidak apa-apa” kalimat ini adalah manifestasi dari kejujuran hatinya seorang Habib Taufiq Assegaf yang mana ia sudah tidak lagi mempercayai dirinya sendiri (Habaib Ba’alwi) bernasab ke Nabi SAW.
Ini pertanda kedepan Rabithah Alawiyah akan cepat bubar dalam prosesnya mengikuti jejak lembaga pencatat nasab Ba’alwi di Hadramaut Yaman pada kisaran abad ke 18 yang hanya bertahan hanya puluhan tahun, karena tidak memiliki pondasi bangunan nasabnya secara ilmiyah.
Derasnya arus informasi secara masiv lewat media sosial menjadikan tercerahkan lalu merdeka umat muslim khususnya para nahdliyin di Nusantara yang dahulu terbelenggu oleh perbudakan spiritual yang sangat rasis dari gendam Habaib Ba’alwi.
Wahai para Muhibbin dimanapun kalian berada gunakanlah 5% dari otak mu, niscaya akan merdeka dari perbudakan spiritual itu……
Waallahu Alam
Oleh : Husni Mubarok Al Qudusi
