
menaramadinah.com.Surabaya 12 November 2025 — Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, DEA., IPU., ASEAN.Eng., menyampaikan pesan kuat dalam acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) UNUSA Periode 2025/2026. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa fungsi kontrol mahasiswa dan peran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Indonesia harus dihidupkan kembali.
“Fungsi kontrol harus dijalankan. Mahasiswa harus berani mengabdikan pikiran dan melakukan gerakan nyata. Jangan hanya diam. Berikan saran kepada pemerintah agar negara kita menjadi lebih baik,” ujar Prof. Triyogi di hadapan para pimpinan universitas, dosen pembina, dan seluruh anggota Ormawa yang hadir di Aula UNUSA.
Beliau juga menekankan bahwa mahasiswa jangan hanya berdiam diri di kos-kosan, melainkan harus aktif berdiskusi, berdebat, dan menciptakan ruang gagasan di kampus. “Diskusi adalah napas intelektual mahasiswa. Dari situ lahir ide dan solusi bagi bangsa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Rektor UNUSA mengingatkan pentingnya soft skill sebagai bekal utama menghadapi dunia kerja. Menurutnya, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, dan berpikir kritis harus diasah sejak di bangku kuliah. “Melatih komunikasi itu sangat penting. Aktivitas di BEM bukan sekadar organisasi, tapi bagian dari proses pembelajaran yang membentuk karakter,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa UNUSA periode 2024/2025, M. Ibadurohman, menyampaikan pesan perpisahan yang penuh makna dalam sambutan terakhirnya. Ia mengaku bangga telah menjadi bagian dari BEM UNUSA.
“Meskipun saya tidak lagi menjabat sebagai Ketua BEM, saya tetap bangga karena banyak proses dan pelajaran berharga yang saya dapatkan selama menjadi bagian dari keluarga besar BEM UNUSA. Di sinilah saya belajar memimpin, berjuang, dan mengabdi,” ungkap Ibadurohman disambut tepuk tangan para peserta.
Pelantikan Ormawa UNUSA periode 2025/2026 ini menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan mahasiswa. Semangat kolaborasi, kontrol sosial, dan pembentukan karakter diharapkan terus hidup di lingkungan kampus, menjadikan mahasiswa UNUSA bukan hanya pembelajar akademis, tetapi juga agen perubahan bagi masyarakat dan bangsa.
