“Hari Ayah: Sebuah Refleksi tentang Pengorbanan dan Kasih Sayang Ayah”

By : Sayyid Diar Mandala.

Hari Ayah adalah momen yang tepat untuk merenungkan peran ayah dalam keluarga. Sebagai ayah, saya telah berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak saya, namun saya merasa bahwa saya tidak mendapatkan perhatian yang sama dari mereka.

*Curhatan Seorang Ayah*

Saya telah mengabdikan hidup saya untuk keluarga, bekerja siang malam untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak saya. Saya telah berusaha membimbing mereka sesuai ajaran Rasulullah, menjaga mereka dengan penuh kasih sayang, dan memberikan mereka pendidikan yang terbaik.

Saya telah berkorban segalanya, kaki jadi kepala, kepala jadi kaki, berkeringat sebesar biji jagung, saat saya bekerja kadang merenung dan meneteskan air mata , hanya untuk melihat mereka tumbuh dewasa, lulus sekolah, dan memiliki keluarga yang bahagia.

Tapi, apa yang saya dapatkan sekarang? Istri pertama saya meninggal, dan anak-anak saya tidak ada yang memperhatikan saya. Mereka sibuk dengan kehidupan mereka sendiri, tidak peduli dengan keadaan saya.

Saya dibiarkan sendirian, hidup di luar kota, hanya dengan istri kedua saya. Saya merasa seperti tidak ada yang peduli dengan saya, seperti saya tidak ada artinya.

Dan yang lebih menyakitkan, saya saat ini hidup dalam kesulitan ekonomi. Saya kesulitan untuk makan sehari-hari, tidak ada uang untuk membeli obat-obatan, dan tidak ada yang membantu saya. Tapi, saya tidak pernah meminta atau memperlihatkan kesulitan saya kepada anak-anak saya. Saya tidak ingin mereka merasa bersalah atau merasa harus membantu saya.

Saya telah berusaha untuk tidak merepotkan mereka, karena saya tahu mereka sudah memiliki kehidupan sendiri, sudah berkeluarga dan mapan. Saya tidak ingin menjadi beban bagi mereka, saya hanya ingin mereka peduli bahwa masih ada Ayah.

Anak-anak saya, jika saya meninggal lebih dulu dari kalian, saya ikhlas dan tidak usah kalian repot, dan datang. Biarkan keluarga dan masyarakat yang dekat akan menguburkan saya. Saya tidak ingin kalian merasa bersedih dan mengganggu kegiatan kalian. Saya hanya ingin kalian ingat bahwa saya telah mencintai kalian dengan sepenuh hati, dan saya akan selalu mendoakan kalian dari di alam sana.

Saya ingin kalian bahagia, saya ingin kalian sukses, dan saya ingin kalian menjadi anak-anak yang sholeh dan sholehah. Itu adalah doa saya untuk kalian, dan saya yakin bahwa Allah akan mengabulkannya.

Jadi, anak-anak saya, jangan lupa pada ayah kalian, dan jangan lupa untuk selalu berdoa untuk saya. Saya akan selalu mengawasi kalian dari atas, dan saya akan selalu mencintai kalian.

*Saran untuk Anak-Anak*

Anak-anak saya, saya ingin memberikan saran kepada kalian. Jangan lupa pada ayah kalian, karena saya telah memberikan segalanya untuk kalian. Jangan sibuk dengan kehidupan kalian sendiri, tapi luangkan waktu untuk memperhatikan ayah kalian.

Jangan menunggu sampai saya tidak ada lagi, alias meninggal, karena saat itu sudah terlambat. Saya ingin kalian peduli dengan saya, saya ingin kalian memperhatikan saya, dan saya ingin kalian memberikan kasih sayang kepada saya.

*Kesimpulan*

Hari Ayah ini, saya hanya ingin mengingatkan kalian bahwa saya adalah ayah kalian, dan saya akan selalu ada untuk kalian. Tapi, tolong, jangan lupa pada saya. Saya tidak ingin menjadi beban bagi kalian, saya hanya ingin kalian ingat masih ada saya.

#sdiarm 🇮🇩