
JAKARTA – Wakil Sekretaris Jenderal DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), H. Abd. Hafidz, menyerukan agar Presiden Prabowo Subianto segera membentuk Kementerian Pemuda yang berdiri sendiri, terpisah dari Kementerian Olahraga.
Menurutnya, selama ini fokus pembangunan kepemudaan kerap tertutup bayang-bayang urusan olahraga.
“Selama ini Kementerian Pemuda dan Olahraga lebih terfokus pada olahraga, sehingga urusan kepemudaan kurang menjadi perhatian. Ini harus segera dibenahi,” tegas Abd. Hafidz.
Ia menilai, dengan berdirinya Kementerian Pemuda secara terpisah, arah pembinaan dan pemberdayaan pemuda akan lebih jelas, terukur, dan efektif.
Pemerintah, kata Hafidz, perlu memberi ruang besar bagi generasi muda untuk tumbuh sebagai motor perubahan bangsa, bukan hanya sebagai penonton kebijakan. “Anak muda hari ini menghadapi tantangan baru — digitalisasi, ekonomi kreatif, radikalisme, dan pengangguran. Semua itu butuh perhatian serius, bukan sekadar event seremonial atau lomba olahraga,” ujarnya.
Seruan Abd. Hafidz ini langsung memantik diskusi hangat di kalangan aktivis muda dan organisasi kepemudaan. Banyak yang menilai, gagasan pemisahan Kementerian Pemuda dan Olahraga bisa menjadi langkah revolusioner dalam menata ulang arah pembangunan generasi muda di era pemerintahan baru.
“Kalau olahraga saja punya fokus besar dan anggaran besar, kenapa pembinaan pemuda tidak?” Kata Hafidz
yang juga Kepala Balantas Satkornas Banser 2019-2024 ini.
Apakah Presiden Prabowo akan menindaklanjuti desakan ini? Publik kini menunggu langkah konkret pemerintah dalam menempatkan pemuda sebagai pilar utama pembangunan bangsa.
Mari kita dukung dan dorong pemerintah untuk mewujudkan pembangunan generasi muda yang lebih efektif! Jadilah bagian dari perubahan dan kontribusi untuk masa depan bangsa.*Imam Kusnin Ahmad*
