SMPN 3 Sindang Canangkan Lingkungan Sekolah Bebas Sampah

 

Indramayu, 12/11/2025-Program Sekolah Bebas Sampah adalah salah satu inisiatif penting dalam mewujudkan sekolah SMPN 3 Sindang berwawasan lingkungan (Adiwiyata).

Kepala SMPN 3 Sindang, Hj. Ani Hanifah, M. Pd. saat diwawancai media mengatakan bahwa program sekolah bebss sampah strateginya menyentuh tiga aspek utama: kebijakan, pembiasaan, dan partisipasi seluruh warga sekolah.

” Lingkungan sekolah yang bersih merupakan cerminan karakter warga sekolah yang peduli dan bertanggung jawab terhadap kelestarian alam. Masalah sampah sering kali muncul karena kurangnya kesadaran akan pentingnya pengelolaan yang baik.Melalui Program Sekolah Bebas Sampah, SMPN 3 Sindang bertekad menumbuhkan budaya bersih, disiplin, dan cinta lingkungan sebagai bagian dari implementasi Profil Pelajar Pancasila: “Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia serta bernalar kritis dan gotong royong.” kata Ani Hanifah.

” Sekolah Bebas Sampah membangun karakter siswa yang disiplin, peduli, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan kolaborasi seluruh warga sekolah, cita-cita mewujudkan SMPN 3 Sindang sebagai sekolah hijau yang bebas sampah dapat terwujud.” Pungkas Ani.

Oleh karena itu sekolah telah menyusun strategi yang akan diterapkan meliputi :

1. Kebijakan dan Perencanaan Sekolah
Tujuan: Menjadikan pengelolaan sampah bagian dari budaya sekolah.

Strategi:
* Menetapkan visi dan misi sekolah hijau dalam dokumen resmi sekolah.
* Membuat SK Tim Sekolah Bebas Sampah yang terdiri dari guru, siswa, dan petugas kebersihan.
* Menyusun aturan sekolah tentang pengelolaan sampah (misalnya: larangan membawa plastik sekali pakai).
* Menyusun program kerja tahunan dan kalender kegiatan lingkungan.

2. Edukasi dan Integrasi dalam Pembelajaran

Tujuan: Menanamkan kesadaran sejak dini.

Strategi:
* Mengintegrasikan materi pengelolaan sampah dan lingkungan ke dalam pelajaran IPA, IPS, PPKn, dan Prakarya.
* Mengadakan projek Profil Pelajar Pancasila (P5) bertema Gaya Hidup Berkelanjutan.
* Melatih siswa menjadi “Duta Lingkungan” yang memantau kebersihan dan memberi contoh baik.

3. Pengelolaan Sampah Terpadu

Tujuan: Menerapkan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Strategi:
* Menyediakan tempat sampah terpilah (organik, * anorganik, dan B3).
* Membentuk Bank Sampah Sekolah untuk mengelola sampah anorganik yang bisa dijual.
* Membuat komposter atau biopori untuk mengolah sampah organik menjadi pupuk.
* Mengadakan lomba kelas terbersih dan kreasi daur ulang sampah.

4. Partisipasi dan Kemitraan

Tujuan: Melibatkan seluruh ekosistem sekolah dan masyarakat.

Strategi:
* Melibatkan orang tua dan komite sekolah dalam kegiatan kebersihan.
* Bekerjasama dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup), komunitas hijau, atau bank sampah setempat.
Mengadakan kampanye dan aksi bersih lingkungan secara rutin (jumat bersih, green day).
* Membuat media informasi seperti mading, poster, dan video edukasi tentang pengelolaan sampah.

5. Monitoring dan Evaluasi

Tujuan: Menjaga keberlanjutan program.
Strategi:

* Melakukan penilaian kebersihan mingguan oleh tim lingkungan.
* Memberi penghargaan untuk kelas terbersih dan sanksi edukatif bagi yang melanggar.
* Mengadakan refleksi dan laporan rutin agar program terus berkembang.

Sujaya