بسم الله *Jangan Berkata “Ah”*

 

By : Prof Mahmud Mustain, Guru Besar Teknik Kelautan ITS

Betapa kita harus hormat kepada kedua orangtua kita terutama ibu yang melahirkan kita. Sampai dengan berucap tidak baik seperti “Ah” adalah dilarang. Larangan ini jelas tertera pada QS Al-Isra’ (17: 23), yakni;

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan berbuat baiklah kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut di sisimu, maka janganlah kamu mengatakan kepada keduanya “ah” dan jangan pula kamu membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang mulia.”

Artikel ini mengkritisi bagaimana kita harus memulyakan orang tua dengan konsep birrul walidain (berbuat baik kepada kedua orang tua). Berikut hadits tentang Birrul Walidain, yakni hadits riwayat Imam Tirmidzi:

رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ

“Ridho Allah tergantung pada ridho orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua.”

Ketika kita mengerti tingkat urgensi/kepentingan pada suatu perbuatan maka akan menentukan tingkat semangat dalam pelaksanaan perbuatan tersebut. Ketika kita mengerti betapa pentingnya berbuat baik kepada kedua orang tua terutama kepada ibu yang melahirkan kita, maka sungguh akan meningkatkan semangat kita untuk birrul walidain.

Apabila melihat dalil naqli (keyakinan) maka tidak diragukan lagi tentang urgensi birrul walidain. Dua dalil naqli Al-Qur’an dan Hadits yang telah disebut itu sebenarnya sudah kuat bisa meningkatkan motifasi kita untuk birrul walidain.

Sekarang dengan logika berpikir kita, mari kita nalar pelan-pelan. Sungguh sangat masuk akal bila kita harus sangat birrul walidain. Betapa besar jasa orang tua kita terutama ibu, sungguh luar biasa besarnya bahkan tidak bisa dinilai dengan materi; jasa mengandung, melahirkan, menyusui, dan membina kita.

Secara logika pula, Allah SWT sampai menggantungkan sikapNya terhadap sikap orang tua. Ridlo Tuhan tergantung pada ridlo orang tua, murka Tuhan bergantung pada murka orang tua. Sungguh ini secara logika sehat menyatakan bahwa Allah SWT menyatakan pengakuan bahwa posisi kedua orang tua itu sangat tinggi di hadapan anak-anaknya.

Dengan demikian tidak ada alasan untuk tidak birrul walidain. Mari dengan manfaat menelaah perihal birrul walidain ini kita segera meningkatkan birrul walidain kita. Apabila masih hidup, sungguh mendampingi beliau adalah ladang surga, bicara yang halus dan jangan sampai berkata “Ah”. Apabila sudah wafat, ya monggo kita do’akan dan juga lakukan shodaqoh untuk beliau-beliau. Semoga kita bisa meningkatkan birrul walidain, semoga kita bisa aamiin.

Semoga manfaat barokah selamat aamiin.
🤲🤲🤲

Surabaya,
19 Jumadil Ula 1447
atau
11 November 2025
m.mustain