Satu Pena Nulis Buki Bareng Lagi Pro Kontra Kepahlawanan Suharto

 

Jakarta-menaramadinah.com-Sepuluh nama pahlawan nasional sudah diumumkan pemerintah pada 10 November kemarin. Sembilan nama aman. Tak banyak muncul beda pendapat. Satu nama, yaitu Suharto, masih diberisikkin oleh publik, tentang kepantasan menyandang predikat Pahlawan Nasional

Padahal menurut LSI Denny JA, 25 Oktober 2025, Suharto paling banyak disukai publik dibandingkan nama presiden lain di Indonesia.

Banyak alasan mengapa Suharto dianggap tidak pantas jadi pahlawan nasional. Salah satu alasan kuat adalah Suharto dianggap menyimpang, disangka memperkaya keluarga, otoriter, represif, dll sehingga Suharto dipaksa turun pada peristiwa reformasi. Artinya, Suharto tidak pantas jadi panutan, dan pada akhirnya tidak layak disebut pahlawan nasional.

Jika Suharto kita anggap pahlawan, artinya kita menyalahkan kaum reformis yang telah menggulingkannya.

Sebaliknya, orang yang setuju Suharto disebut pahlawan nasional juga mempunyai alasan yang kuat, yang sukar dibantah juga. Fakta bahwa ia masih menjadi tokoh paling disukai publik—seperti tercermin dalam survei LSI—menjadi bukti bahwa warisannya tidak bisa diabaikan begitu saja.

Nah, Anda berada pada posisi mana? Mendukung atau menentang Suharto menyandang gelar Pahlawan Nasional?

Silakan tulis opini Anda dalam bentuk esai, puisi, atau puisi esai. Panjang-pendek tulisan tentukan sendiri. Bebas saja. Yang penting, hindari tulisan bertele-tele.

Tulisan Anda kami tunggu sampai 30 November 2025, pukul 23.59. Kumpulan tulisan ini akan diterbitkan dalam bentuk buku digital.

Kirim tulisan via link ini https://forms.gle/K47FNs4MMt21M3ZJ6.

Salam Satupena
Jonminofri Nazir
(Editor)

-000-

Yang Akan Menulis

1. Denny JA
2. ⁠Jonminofri
3. Miza
4. Nuris
5. Akaha Taufan Aminudin
6.

Silakan isi dan lanjutkan