
Kediri-MenaraMadinah. Com Sabu Wage, 8 November 2025 Membuat tantangan, motivasi dan apresiasi untuk mengurangi kebosanan dalam latihan rutin melukis cekakik.
Kegiatan ekstrakurikuler Lukisan Cekakik di SMP Islam Plus Al-Hikam Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Ds. Klampisan, Kec. Kandangan, Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur, sudah menginjak tahapan persiapan pameran dengan menggambar wajah Gus Iqdam, dirangkai kalimat yang menyatakan sosok Gus Iqdam, dengan di tulis menggunakan tiga aksara: yaitu aksara Latin, aksara Arab pegon dan aksara Jawa Kuno.
Penggunaan aksara berbeda tersebut bertujuan sebagai berikut:
1. Aksara Latin, untuk menanamkan jiwa nasionalisme, dengan semangat “NKRI Harga Mati”.
2. Aksara Arab Pegon untuk memperkuat semangat dakwah Islamih dengan tradisi kental pondok pesantren, dengan ‘ngaji kitab kuning’, dan
3. Aksara Jawa Kuno sebagai upaya untuk melestarikan tinggalan leluhur, nenek moyang orang Jawa dan sejarah bangsa Nusantara, Indonesia.
Dalam proses persiapan ini anak-anak membuat sketsa lukisan nya, sesuai contoh foto-foto Gus Iqdam dan dilatarbelakangi kalimat singkat sosok Gus Iqdam, menurut apa yang sudah disampaikan dalam latihan minggu yang lalu.
Latihan ini akan menjadi dasar untuk lukisan cekakik yang akan dibuat nantinya.
Untuk bisa merubah tulisan beraksara Latin ke aksara Arab Pegon anak-anak sudah tidak ada kendala mereka sudah terbiasa dengan pelajaran kitab kuning, sedangkan untuk membuat perubahan dari aksara Latin ke Aksara Jawa Kuno inilah yang harus didiskusikan dan di kordinasikan dengan guru yang lain, atau cara praktis nya menurut anak-anak bisa menggunakan Google/meta.
Dari kegiatan hari ini ada anak yang bisa menulis dengan aksara Jawa, walaupun ada perbedaan dengan aksara Jawa Kuno, namun itu sudah bagus.
Semoga kegiatan ekstrakurikuler lukisan cekakik ini nantinya bisa betul-betul sampai dengan puncaknya yaitu: Pameran Khusus untuk Lukisan Cekakik pada tahun 2026.
Nur Habib, mengabarkan.
